Masuk Bulan Rajab, Baca Niat Dulu Yuk

Foto: Ilustrasi/pixabay/chiplanay

Suryamedia.id – Memasuki bulan Rajab pada kalender Hijriah 1442 atau bertepatan pada 13 Februari 2021, umat Islam dianjurkan untuk melakukan puasa Rajab.

Meskipun hukum puasa Rajab adalah sunah namun banyak umat Islam yang tetap semangat menjalankan ibadah. Sebab Rasulullah menganjurkan untuk memperbanyak puasa di bulan mulia, salah satunya bulan Rajab.

Hal ini seperti disebutkan oleh Syekh Nawawi Banten dalam kitab Nihayatuz Zain.

“Kesepuluh puasa pada bulan-bulan terhormat, yaitu empat bulan: Muharram, Rajab, Dzulqa‘dah, dan Dzulhijjah. Bulan paling utama adalah Ramadhan, kemudian Muharram, lalu Rajab, selanjutnya Dzulhijjah, kemudian Dzulqa‘dah, lalu Sya‘ban. Ucapan mereka dilihat secara zahir mengatakan bahwa pada bulan selain yang disebutkan kesunahannya sama.”

Pelaksanaan puasa Rajab sama dengan puasa sunah dan puasa bulan Ramadan yakni sejak waktu imsak hingga matahari terbenam atau waktu maghrib.

Baca juga: Baca Doa Sambut Bulan Rajab

Bacaan niat

Adapun niat untuk puasa Rajab adalah sebagai berikut

نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ رَجَبَ سُنَّةً لِلّهِ تَعَالى

Nawaitu shouma syahri Rajaba sunnatan lillahi ta’aala.

Saya berniat puasa Rajab sunah karena Allah ta’ala.

Niat boleh diucapkan di dalam hati dengan bahasa yang dipahami. Niat dapat diucapkan pada satu hari sebelum atau saat melakukan puasa.

Tetapi jika tidak sempat melafalkan niat puasa di malam hari, umat Islam boleh melafalkan niat seketika itu juga. Atau di siang hari sejauh yang bersangkutan belum makan, minum, dan hal-hal lain yang membatalkan puasa sejak subuh. Sebab kewajiban niat di malam hari hanya berlaku untuk puasa wajib.

Baca juga: Dua Hal yang Perlu Dilakukan Sebelum Berdoa

Ketentuan waktu

Jika puasa Ramadan wajib dilakukan sebulan penuh, maka tidak ada ketentuan pasti jumlah hari pelaksanaan puasa rajab.

Tapi jika mengacu pada keterangan Imam Al-Ghazali dalam kitab Ihya’ Ulumiddin, umat Islam yang ingin meraih keutamaan puasa sunah Rajab dapat menunaikan puasa di awal, pertengahan (tanggal 13, 14, dan 15 Rajab), atau akhir bulan Rajab. Umat Islam juga boleh menunaikan puasa pada hari Senin, Kamis, atau hari Jumat di Bulan Rajab.

وأما ما يتكرر في الشهر فأول الشهر وأوسطه وآخره ووسطه الأيام البيض وهي الثالث عشر والرابع عشر والخامس عشر وأما في الأسبوع فالإثنين والخميس والجمعة فهذه هي الأيام الفاضلة فيستحب فيها الصيام وتكثير الخيرات لتضاعف أجورها ببركة هذه الأوقات

Artinya, “Hari utama dianjurkan puasa pada setiap pergantian bulan, yaitu hari awal, pertengahan, dan akhir bulan. Pertengahan bulan adalah ayyamul bidh, yaitu tanggal 13,14, dan 15. Sementara (hari utama dianjurkan puasa) pada setiap pergantian pekan, yaitu Senin, Kamis, Jumat. Itu semua hari-hari utama yang dianjurkan untuk diisi dengan puasa dan memperbanyak amal baik lainnya karena kelipatan ganjarannya sebab keberkahan waktu utama tersebut.” (*)

Baca juga: Doa-doa Usai Salat Dhuha Menurut Madzhab Syafi’i

 

Artikel ini telah tayang di Mitrapost.com dengan judul ‘Niat dan Ketentuan Waktu Puasa Rajab‘.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here