Dispertan Sebut Banjir Tahunan Tak Masuk Aturan Asuransi Pertanian

Pati, Suryamedia.id – Banjir yang menggenangi hampir 6 ribu hektare lahan pertanian di Pati mengakibatkan petani harus menanggung kerugian hingga Rp12.638.330.000. Akan tetapi asuransi pertanian dinilai tidak mampu meng-cover kerugian petani.

Hingga Senin (15/2/2021) lahan pertanian di Pati yang terendam banjir mencapai sekitar 5.964 hektare. Dari luas lahan tersebut sekitar 2.269 hektare diantaranya diketahui mengalami puso atau membusuk.

Namun sayangnya Kabid Tanaman Pangan dan Holtikultura Dinas Pertanian Pati, Kun Saptono, mengatakan Asuransi Usaha Tani Padi atau AUTP yang diharapkan mampu memberi perlindungan kepada petani akibat risiko banjir tidak bisa menutup kerugian petani secara penuh.

Baca juga: Banjir di 6 Kecamatan di Pati, 12.548 Warga Jadi Korban

Ia mengatakan pihak PT Asuransi Jasa Indonesia atau asuransi Jasindo selaku pelaksana program AUTP dari pemerintah tidak mampu meng-cover lahan pertanian endemik (langganan terserang bencana) karena dianggap bisa merugikan perusahaan.

Baca Juga :   DPRD Pati Sebut Normalisasi Sungai Jadi Salah Satu Cara Kurangi Dampak Banjir Bandang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *