Lelah dengan Aktivitas Virtual, Lakukan Puasa Perangkat Digital

Foto: Ilustrasi/pixabay/Buffik

Suryamedia.id – Sejak pandemi virus corona penggunaan peranti elektronik semakin tinggi intensitasnya. Pasalnya pertemuan langsung yang menyebabkan kerumunan dibatasi untuk mencegah persebaran virus sehingga dialihkan ke pertemuan virtual. Rutinitas yang memaksa menggunakan platform digital rupanya mampu menyebabkan digital fatigue atau kelelahan secara mental dan fisik.

Digital fatigue merupakan kondisi kelelahan mental dan fisik yang disebabkan oleh pemakaian media digital secara berulang dan terus menerus. Dampak jangka panjangnya dapat menimbulkan masalah kesehatan fisik dan masalah kesehatan jiwa.

Gejala dan dampak digital fatigue

Kondisi digital fatigue biasanya ditandai dengan perasaan lelah, mata terasa sakit dan perih, sakit kepala, sensitif terhadap cahaya, gangguan konsentrasi dan memori. Nyeri otot leher, bahu, atau punggung, tbuh terasa tidak bertenaga dan malas bergerak.

Gejala-gejala tersebut dikarenakan saat beraktivitas menggunakan peranti elektronik tubuh kurang melakukan pergerakan sehingga membuat peredaran darah tidak lancar hingga menyebabkan gangguan otot hingga persendian.

Selain itu paparan blue light dari gawai yang berlebihan mempengaruhi mata dan saraf mata dan membuat otak lelah. Aktivitas yang dilakukan secara berulang membuat kerja otak menjadi hyper-focused dan overstimulated. 

Dampak digital fatigue dapat mengganggu pola makan dan tidur dan membuat emosi tidak terkontrol dan sensitive. Bahkan digital fatigue juga dapat menimbulkan gangguan cemas, depresi, serta gangguan dalam menilai realitas.

Baca Juga :   Bisnis di Masa Pandemi, Berikut Ragam Jenis Tanaman Hias

Detoks digital

Menghindari rasa kelalahan mental dan fisik akibat penggunaan perangkat elktronik bisa dilakukan dengan membatasi penggunaannya atau detoks digital.

Detoks digital dilakukan dengan cara membatasi diri untuk selalu mengakses media sosial, bermain game di gawai, serta aktivitas lainnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini