Rembang Alami Lima Tanah Longsor di Awal Tahun

Foto: Tanah longsor di Desa Manggar, Sluke pada 8 Februari 2021/Suryamedia.id

Rembang, Suryamedia.id – Bencana di Kabupaten Rembang di musim penghujan tahin ini masih didominasi dengan bencana tanah longsor dan tanah bergerak. Kondisi ini lantaran letak geografis di sejumlah kecamatan di Rembang memiliki kemiringan tanah yang berpotensi longsor.

Berdasarkan data yang ada di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rembang tercatat sudah ada 5 bencana longsor atau tanah bergerak pada awal 2021. Kejadian terbaru tercatat pada tanggal 9 Februari lalu di desa Manggar, Sluke. Peristiwa ini sekaligus menjadi bencana terparah yang dialami di Rembang.

Sedangkan untuk fenomena alam lainnya di musim penghujan ini masih ada banjir, abrasim, serta angin kencang.

Baca juga: Sukseskan PPKM Mikro, Babinsa Rembang Ikuti Pelatihan Tracing

Pramujo, Kasi Kedaruratan BPBD Rembang menjelaskan kejadian tanah longsor diakibatkan oleh curah hujan yang cukup deras di area Rembang.

“Di awal tahun terjadi bencana longsor ya karena intensitas curah hujan yang tinggi dan cukup lama, yang menyebabkan tanah tanah itu lembek.  Akhirnya bisa menyebabkan longsor,” ungkapnya saat ditemui di kantornya, Kamis (18/2/ 2021).

Baca Juga :   Covid-19 di Rembang Meningkat, Ketersediaan Nakes Masih Mencukupi

Meski demikian, menurut Pamujo, dari semua bencana tanah longsor pun tanah bergerak yang terjadi masih terhitung relatif kecil. Hal tersebut mengacu pada nihilnya korban jiwa dalam bencana yang terjadi.

“Ya paling longsor, gak begitu parah atau sampai memakan korban,” imbuhnya.

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini