Harga Bawang Merah di Pati Menanjak Sejak Musim Hujan

Foto: petugas fungsional analisis pasar hasil pertanian (APHP) Dispertan Pati , Rusmilah/Suryamedia.id

Pati, Suryamedia.id – Harga bawang merah di Kabupaten Pati saat ini mencapai harga cukup tinggi. Pada kriteria bawang merah grade A di tingkat eceran harga berkisar antara Rp35 ribu hingga Rp36 ribu per kilo.

Sedangkan harga bawang merah di kalangan petani berkisar dari Rp23 ribu hingga Rp25 ribu. Menurut petugas fungsional analisis pasar hasil pertanian (APHP), Rusmilah, mengatakan hal tersebut dikarenakan bawang merah belum disortir.

“Harga bawang merah di level petani yang notabene produsen mencapai Rp23.000-Rp25.000 per kg. Sedangkan harga jual di level pengecer mencapai Rp32.000-Rp.36.000 per kg. Perbedaan ini dikarenakan, bawang yang dari petani belum dipilih,” jelas Rusmilah, Selasa (2/3/2020) kemarin.

Baca juga: Lumbung Nahdliyin Jadi Inovasi NU Pati Bantu Petani

Tak hanya itu harga bawang juga dipengaruhi oleh besar kecilnya umbi yang menentukan grade atau kualitas bawang merah.

“Selain itu ditentukan menurut besar kecilnya umbi, masih campur mana yang umbinya bagus/besar (grade A) dan mana yang umbinya kecil (grade C). Jadi masih campuran,” lanjutnya.

Menurutnya, bawang merah yang sudah ada di pasaran memiliki kelas-kelas tersendiri. Ia menyebut bawang merah dengan kualitas paling bagus dikategorikan bawang merah grade A.

“Bawang merah grade A memiliki kualitas paling bagus diantara yang lain. Sehingga harganya paling tinggi. Sementara harga bawang pada grade di bawahnya hanya mencapai Rp 32.000 per kg,” ujarnya.

Baca juga: Tingkatkan Produksi Pertanian, Petani di Gabus Ikut Sekolah Lapang

Ia menjelaskan bahwa harga bawang merah dan cabai di tingkat petani hingga di tingkat eceran di pasar terpautnya hampir sama, kurang lebih Rp9.000 sampai dengan Rp12.000.

“Kadang kalau pasaran lesu terpautnya hanya Rp9.000 saja. Selain itu ketika terjadi kerusakan, maka pedagang juga menanggung kerugian.”

Selain itu tingginya harga bawang merah dipengaruhi karena penyusutan kondisi fisik bawang secara terus menerus. Semakin lama tidak dikonsumsi, maka bawang merah akan semakin kering dan menyusut.

Bawang merah memiliki risiko yang tinggi dalam penyimpanannya. Oleh sebab itu, ketika persediaan dari produsen langka maka harganya juga ikut melambung.

Sektor budidaya bawang merah di Kabupaten Pati terdapat di sejumlah kecamatan yakni, Wedarijaksa, Jaken, Jakenan, Batangan, Sukolilo, dan Juwana. (*)

Baca juga: Terancam Puso, Dispertan Pati Bantu Klaim Asuransi Pertanian

 

Artikel ini telah tayang di Mitrapost.com dengan judul ‘Harga Bawang Merah Melambung, 36 Ribu di Tingkat Pengecer‘.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here