Sunah-Sunah Sebelum Tidur dalam Islam

Foto: Ilustrasi/Pexels/Andrea Piacquadio

Suryamedia.id – Segala sesuatu tentang kehidupan umat manusia telah terangkum dalam syariat Islam, termasuk aktivitas tidur. Melansir NU Online, Imam al-Ghazali dalam risalah yang berjudul Al-Adab fid Din memberikan nasihat tentang adab tidur.

Bersuci sebelum tidur

Dalam risalahnya disebutkan bahwa siapa pun sebaiknya memastikan diri bahwa anggota badannya dalam keadaan bersih sebelum beranjak tidur. Yakni badan telah bersih baik dari kotoran-kotoran, sisa makanan dan sebagainya.

Membersihkan diri ini bisa dijelaskan dengan memastikan tempat tidur dalam keadaan bersih, serta tubuh dalam keadaan bersih. Selain itu juga sekaligus bersuci dengan berwudu.

Berwudu sebelum tidur disebutkan dapat membuat kualitas tidur lebih baik dan terhindar dari mimpi-mimpi buruk.

Baca juga: Sulit Tidur Malam? Ini Tips Mengatasi Insomnia

Miring ke sisi kanan

Tidur dengan posisi berbaring cenderung miring ke kanan merupakan sunnah rasul. Dari segi kesehatan juga dianjurkan oleh para dokter.

Saat miring ke kanan maka gravitasi tubuh akan terjaga untuk menjaga isi perut. Diantaranya melindungi jantung dari tertindih atau tertekan oleh organ lainnya, membantu mengistirahatkan otak kiri.

Akan tetapi, bagi penderita asam lambung yang parah, posisi tidur miring ke kiri lebih baik.

Berdzikir

Tutuplah aktivitas hari ini dengan mengingat Allah. Dzikir menjadi obat penenang hati dan memberikan suasana tentran pada batin.

Contoh pendek bacaan saat beranjak tidur adalah sebagaimana nukilan hadis Rasulullah yang diriwayatkan Muslim:

اَللّهُمَّ! بِاسْمِكَ أَحْيَا وَبِاسْمِكَ أَمُوْتُ

Allâhumma! Bismika ahyâ wa bismika amût.

Artinya, “Ya Allah! Dengan Nama-Mu, aku hidup dan dengan nama-Mu pula aku mati.”

Atau bisa juga dengan membaca sejumlah ayat Alquran seperti ayat kursi, surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Nas, dan Al-Mulk.

Baca juga: Doa Minta Perlindungan Allah Saat Keluar Rumah

Berdoa

Hal pertama yang hendaknya dilakukan ketika bangun tidur adalah berdoa dan memuji Allah atas penjagaannya.

اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِى أَحْيَانَا بَعْدَمَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُورُ

Alhamdulillahil adzi ahyana ba’da ma amatana wa iliahin nusyur.

Artinya, “Segala puji bagi Allah yang menghidupkan kami kembali setelah mematikan kami dan kepada Allah kami akan dibangkitkan.” (*)

Baca juga: Doa Saat Kebaikan dan Keburukan Menimpa

 

Artikel ini telah tayang di Mitrapost.com dengan judul ‘Tata Cara Tidur dalam Islam Menurut Imam Al-Ghazali‘.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here