DP3A Semarang Catat Ada 164 Kasus Kekerasan Pada Perempuan

Foto: Ilustrasi/Pixabay

Semarang, Suryamedia.id – Data Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Semarang mencatat kasus Kekerasan Perempuan dan Anak di Kota Semarang mengalami penurunan. Pada tahun 2019 mencapai 226 kasus menurun jadi 164 kasus kekerasan di tahun 2020.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Perlindungan dan Pemberdayaan Perempuan dan Anak (DP3A) Kota Semarang, M. Khadik, Rabu (24/3/2021).

“Permasalahan terkait perempuan dan anak semakin hari semakin meningkat salah satunya masih tingginya angka kekerasan terhadap perempuan dan anak meskipun terjadi mengalami penurunan pada tahun 2020 dibanding tahun 2019,” ujar Khadik.

Khadik mengatakan bahwa angka kasus kekerasan mengalami penurunan dari 226 kasus pada tahun 2019 menjadi 164 kasus pada tahun 2020.

“Pada akhir 2019 angka kasus kekerasan di Kota Semarang yang dihimpun DP3A ada 226 kasus. Namun Alhamdulillah di akhir 2020 kemarin menurun jadi 164 kasus,” imbuhnya.

Baca juga: Pemuda di Semarang Menusuk Mantan Pacar Gara-Gara Cemburu

Sementara, angka kasus kekerasan pada anak turun jadi 71 kasus dan mengalami penurunan dari angka 93 di tahun 2019.

“Tapi bagi kami, 164 kasus ini masih jadi angka kekerasan yang tinggi. Sehingga kami berupaya agar angka kasus kekerasan bisa menjadi zero,” jelasnya.

Hal ini menjadi perhatian DP3A Kota Semarang, lewat program Semarang menuju Kota Layak Anak dan Pemberdayaan Ekonomi Perempuan rentan pihaknya terus menekan angka kekerasan di Kota Semarang.

“Ini menjadi perhatian kita, terkait upaya pemenuhan hak anak agar tumbuh kembang dan nantinya menjadi SDM yang kompetitif di era globalisasi. Tentunya anak-anak kita bisa diberi kesempatan dan akses untuk mengembangkan diri,” jelasnya.

Baca juga: SMA Negeri 1 Jepara Siapkan Pelaksanaan Uji Coba PTM

Menurut Khadik, berbagai kebijakan Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang dibawah kepemimpinan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi dinilai sangat luar biasa.

“Banyak kebijakan Pemkot Semarang untuk mensejahterakan warga. Mulai dari sekolah gratis, bukan hanya Negeri tapi juga menjangkau sekolah swasta dengan harapan tidak ada alasan bahwa anak-anak tidak bersekolah.

Kemudian, lanjutnya, akses dibidang kesehatan juga sangat luar biasa, bahkan Pemkot Semarang memperhatikan warganya dari dalam kandungan hingga lahir, tumbuh, remaja dan bersekolah, bekerja, hingga tua dan meninggal dunia diberikan kemudahan pemakaman bahkan sampai santunan kematian. (*)

Baca juga: Uji Coba PTM di Jateng Dilakukan Secara Bertahap

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here