Tiga Tersangka Pembobol ATM BRI di Pati Ditangkap

Foto: Konferensi pers Polres Pati tentang kasus pembobolan atm/Suryamedia.id

Pati, Suryamedia.id – Kepolisian Resor ( Polres) Pati berhasil membongkar dan menangkap tiga orang tersangka sindikat pembobolan mesin ATM Bank Rakyat Indonesia (Bank BRI).

Ketiga tersangka itu berasal dari luar Pati, yakni warga Lampung dan Semarang. Mereka berinisial C, RG, dan DP. Salah satu pelaku, yakni DP, mendapat tembakan di kakinya karena mencoba kabur saat polisi hendak menangkapnya. Selain ketiga orang ini, Polres Pati masih memburu satu pelaku lainnya yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Kapolres Pati AKBP Arie Prasetya Syafaat mengatakan, sindikat ini telah membobol empat mesin ATM di Pati. Seluruhnya ATM Bank BRI.

“Dua kali di ATM depan Swalayan ADA, satu kali di Rumah Sakit KSH, dan satu kali di depan Kantor Kemenag,” ujar Arie dalam konferensi pers yang didampingi Kasatreskrim AKP Ghala Rimba Doa Sirrang di Mapolres Pati, Jumat (26/3/ 2021) sore.

Baca juga: Disdik Semarang Sebut 99 Persen Sekolah Siap PTM

Arie menjelaskan sindikat ini beraksi sejak 2020 dan pernah melakukan tindakan serupa beberapa kali di luar wilayah Pati. Di antaranya di Klaten, Boyolali, Cirebon, Cianjur dan Depok

Baca Juga :   Dispertan Pati Beri Bantuan Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier

Dalam menjalankan aksinya, lanjut Arie, para pelaku menggunakan alat pemutus arus listrik dan sebuah pinset. Mulanya, mereka membuka rekening BRI dengan identitas palsu. Mereka memasukkan sejumlah saldo untuk melakukan tarik tunai melalui ATM.

“Kemudian mereka melakukan transaksi tarik tunai di ATM dengan nominal maksimal. Kalau mesin dengan pecahan Rp50 ribu, mereka tarik Rp 1,25 juta. Kalau pecahan Rp100 ribu, mereka tarik Rp 2,5 juta,” ungkap Arie.

Baca juga: DP3A Semarang Catat Ada 164 Kasus Kekerasan Pada Perempuan

Para pelaku ini telah mempelajari waktu yang tepat (timing) untuk mematikan arus listrik mesin ATM. Mereka memutus arus ketika penampung uang telah bergerak maju ke mulut ATM, sebelum saldo mereka terdebet oleh sistem. Sedikit saja mereka terlambat mematikan mesin ATM, saldo mereka akan berkurang.

“Ketika uang sudah ke mulut mesin ATM, listrik dimatikan, sehingga uang tersebut kembali masuk. Namun mereka sudah siapkan alat penjepit untuk menahan mulut ATM. Sehingga uang tertahan di posisi itu. Kemudian mereka mencabut lembar demi lembar uang menggunakan pinset,” terang Arie.

Baca Juga :   News Grafis : Bidan di Pati Meninggal saat Isoman

Para pelaku memiliki peran masing-masing. RG bertugas sebagai penunjuk jalan dan penentu target, sekaligus eksekutor. Kemudian DP bertugas mengawasi keadaan sekitar. Sementara, bersama RG, C juga berperan sebagai eksekutor dalam bilik ATM.

“Total kerugian masih kami dalami, tapi sampai saat ini kurang lebih Rp 100 juta. Para pelaku kami jerat pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara,” pungkas Arie. (*)

Baca juga: Kejuaraan Peparnas, Atlet Disabilitas Pati Ikuti Seleksi Daerah di Solo

 

Artikel ini telah tayang di Mitrapost.com.com dengan judul ‘Polres Pati Bongkar Sindikat Pembobol ATM Bank BRI‘.

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here