Kemenag Terbitkan Panduan Pelaksanaan Ibadah di Bulan Puasa

Foto: Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas

Jakarta, Suryamedia.id – Pada Senin (5/4/ 2021) pemerintah membolehkan pelaksanaan ibadah salat tarawih dan salat Idul Fitri 1442 H/ 2021 M di luar rumah.

Mendukung kebijakan tersebut, Kementerian Agama RI juga menerbitkan surat edaran tentang panduan ibadah selama bulan puasa nanti. Surat Edaran ini ditandatangani Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas hari ini.

Surat Edaran ini bertujuan untuk memberikan panduan beribadah yang sejalan dengan protokol kesehatan, sekaligus untuk mencegah, mengurangi penyebaran dan melindungi masyarakat dari risiko Covid-19,” jelas Gus Menteri di Jakarta, Senin (5/4/ 2021).

Edaran ini ditujukan kepada Kepala Kanwil Kemenag Provinsi, Ketua Badan Amil Zakat Nasional, Kepala Kankemenag Kab/Kota, dan Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) se- Indonesia, serta para Pengurus dan Pengelola Masjid dan Mushala.

Surat Edaran ini melingkupi berbagai kegiatan ibadah yang disyariatkan dalam bulan Ramadan dan dilakukan bersama-sama atau melibatkan banyak orang,” sambungnya.

Baca juga: Bolehkah Berkumur Saat Berpuasa? 

Berikut ini panduan yang tertuang dalam Surat Edaran No 03 tahun 2021:

1Umat Islam, kecuali bagi yang sakit atau atas alasan syar’i lainnya yang dapat dibenarkan, wajib menjalankan ibadah puasa Ramadan sesuai hukum syariah dan tata cara ibadah yang ditentukan agama;

Baca Juga :   News Grafis : Famtrip, Upaya Promosikan Potensi Wisata di Yogyakarta

2.Sahur dan buka puasa dianjurkan dilakukan di rumah masing-masing bersama keluarga inti;

3.Dalam hal kegiatan Buka Puasa Bersama tetap dilaksanakan, harus mematuhi pembatasan jumlah kehadiran paling banyak 50% dari kapasitas ruangan dan menghindari kerumunan;

4.Pengurus masjid/musala dapat menyelenggarakan kegiatan ibadah antara lain:

a.Salat fardu lima waktu, salat tarawih dan witir, tadarus Alquran, dan iktikaf dengan pembatasan jumlah kehadiran paling banyak 50% dari kapasitas masjid/musala dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat, menjaga jarak aman 1 meter antarjamaah, dan setiap jamaah membawa sajadah/mukena masing-masing;

b.Pengajian/Ceramah/Taushiyah/Kultum Ramadan dan Kuliah Subuh, paling lama dengan durasi waktu 15 menit.

c.Peringatan Nuzulul Quran di masjid/musala dilaksanakan dengan pembatasan jumlah audiens paling banyak 50% dari kapasitas ruangan dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat;

Baca juga: Polwan Kepergok Selingkuh, Terkuak Nama Palsu Digunakan Check In Hotel

5.Pengurus dan pengelola masjid/musala sebagaimana angka 4 (empat) wajib menunjuk petugas yang memastikan penerapan protokol kesehatan dan mengumumkan kepada seluruh jamaah, seperti melakukan disinfektan secara teratur, menyediakan sarana cuci tangan di pintu masuk masjid/musala, menggunakan masker, menjaga jarak aman, dan setiap jamaah membawa sajadah/mukena masing-masing;

Baca Juga :   1 Tersangka Kasus Mutilasi di Bekasi Kembali Diringkus Polisi

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here