Terdampak Banjir, DPU Semarang Bangun Embung Serapan di Muktiharjo Kidul

Foto: Pekerjaan pembuatan embung di wilayah Muktiharjo Kidul terus dikebut DPU Kota Semarang/istimewa

Semarang, Suryamedia.id – Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang berencana membangun enam embung resapan di Kelurahan Muktiharjo Kidul.

Kasi Pengendalian dan Pemanfaatan Konservasi SDA DPU Kota Semarang, Dani Dwi Tjahjono, mengatakan Muktiharjo Kidul menjadi wilayah yang cukup parah terdampak banjir pada Februari lalu. Ketika banjir daerah lain sudah surut, wilayah tersebut masih terendam sekitar 50 sentimeter.

Kondisi itu menjadi alasan DPU Kota Semarang fokus membangun embung resapan di daerah Muktiharjo Kidul.

Baca juga: Sedot Banjir, Gubernur Jateng Proyeksikan Pemanfaatan Kali Babon

Dani menyebutkan, peta pembangunan embung di Muktiharjo Kidul ada delapan embung. Saat ini, dua embung sudah dibangun lengkap dengan pagar di sekelilingnya serta pompa pengurasan. Dua embung ini menjadi embung utama. Sedangkan, enam embung lainnya akan dibangun berupa embung resapan.

“Embung resapan itu seperti kolam retensi yang hanya dikekruk, dibuat tanggul di sekelilingnya untuk menampung air,” terang Dani, Jumat (9/4/ 2021).

Dia menjelaskan, pembangunan embung yang sempurna membutuhkan anggaran miliaran rupiah. Padahal, anggaran yang dimiliki pemerintah terbatas karena difokuskan untuk penanganan Covid-19.

Baca Juga :   Dilantik Sebagai Bupati Hari Ini, Hartopo Pimpin Kudus Hingga 2023

Oleh sebab itu pihaknya akhirnya merencanakan pembuatan embung resapan. Menurutnya, anggaran pembuatan embung resapan bisa ditekan seminimal mungkin lantaran hanya membutuhkan alat berat, BBM, serta dump truck.

“Jadi, anggaran pembuatan embung resapan tidak dianggarkan secara khusus. Hanya dianggarkan secara swakelola,” katanya.

Baca juga: Kebut Perbaikan Jalan di Jateng, Rampung Sebelum Lebaran 

Lebih lanjut, Dani menuturkan, embung resapan dibuat di tanah milik negara dengan ukuran beragam. Fungsi embung untuk menampung air kemudian diresapkan ke dalam tanah. Setiap saluran di lingkungan warga terhubung ke embung. Diharapkan, jika terjadi hujan lebat air dapat ditampung di embung sehingga tidak menggenang di jalan maupun lingkungan warga. Embung resapan juga akan terkoneksi dengan embung utama.

“Ukuran embungnya macam-macam, ada yang 50×50 meter, 80 meter, 30 meter. Kami berharap wilayah Muktiharjo Kidul bisa terbebas dari banjir,” ucapnya.

Pengerjaan embung resapan telah dimulai sejak tiga pekan lalu. Dia menargetkan, pembuatan enam embung resapan di Muktiharjo Kidul akan rampung pada Desember 2021.

Baca Juga :   Sedot Banjir, Gubernur Jateng Proyeksikan Pemanfaatan Kali Babon

Pembuatan embung tidak hanya dilakukan di Muktijarjo Kidul. DPU juga telah membuat embung resapan di wilayah Penerbad dan di belakang Hotel Horison. (*)

Baca juga: Hampir Setahun Rusak, Jalan Lasem-Sale Belum Diperbaiki

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here