Enam Pasar Tradisional di Semarang Terapkan E-Retribusi 

Foto: Plaza Bandarjo, Ungaran/Semarang/Google Photo/Kanzia

Ungaran, Suryamedia.id – Enam pasar tradisional di Kabupaten Semarang kini menggunakan pungutan retribusi secara elektronik ( e-retribusi). Yakni di Pasar Bandarjo, Karang Jati, Babadan, Suruh, Sumowono, dan Pasar Warung Lanang Ambarawa.

Kepala Dinas Koperasi UMKM Perindustrian Perdagangan (Diskumperindag) Kabupaten Semarang Heru Cahyono menyampaikan, penerapan e-retribusi dimaksudkan untuk menekan kebocoran dana retribusi serta meningkatkan pendapatan asli daerah.

Selain itu, juga mengurangi kontak langsung petugas pemungut retribusi dan para pedagang guna mencegah penyebaran Covid-19.

“Pembayaran retribusi secara elektronik nontunai itu akan menyasar 3.692 (orang) pedagang yang berniaga di enam pasar itu,” terang Heru pada peresmian penerapan e-retribusi di lantai II Plaza Bandarjo, Senin (3/5/ 2021).

Baca juga: Pastikan Penjualan Kepokmas Aman, Satpol PP Salatiga Sidak ke Pasar

Sebelumnya uji coba e-retribusi telah dilakukan secara terbatas bagi puluhan pedagang di Pasar Bandarjo pada 2019 lalu. Ke depannya, e-retribusi akan diterapkan di enam pasar lainnya. Secara bertahap, diharapkan dapat melayani sekitar 12 ribu orang pedagang yang berjualan di 33 pasar tradisional di Kabupaten Semarang.

Baca Juga :   Pembangunan Tol Semarang-Demak Terus Berjalan

Bupati Semarang Ngesti Nugraha mengapresiasi inovasi Diskumperindag yang menerapkan e-retribusi di pasar tradisional. Menurutnya, langkah tersebut dapat memudahkan penghitungan angka potensi retribusi secara tepat.

“Kita berharap penerapan e-retribusi di seluruh pasar tradisional dapat segera terlaksana,” tegasnya.

Pada kesempatan itu pula, bupati dan Forkompimda membagikan hand sanitizer dan masker kepada para pedagang Pasar Bandarjo. (*)

Baca juga: Upaya Tembus Pasar Besar, Ganjar Ajak UKM Sambut Dubes Ceko

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here