Inovasi Petani Milenial Putus Rantai Nilai Perdagangan Komoditas Pertanian

INOVASI PETANI MILENIAL PUTUS RANTAI NILAI PERDAGANGAN KOMODITAS PERTANIAN
Foto: Sudiyanto PPL KJF Dinas Pertanian kabupaten Pati/ Mitrapost.com/ Moh. Anwar

Pati, Suryamedia.id– Dinas Pertanian Kabupaten Pati terus lakukan inovasi untuk memutus rantai nilai perdagangan komoditas pertanian. Salah satunya dengan menggandeng kelompok petani milenial membentuk semacam koperasi.

Perlu diketahui, pola distribusi pertanian konvensional berjalan melalui proses yang sangat panjang. Sebelum barang sampai ke tangan pembeli, produk pertanian selalu melalui tangan pengepul dulu, dari pengepul baru masuk ke pasar, berlanjut ke tingkat pengecer, barulah sampai ke tangan konsumen.

Dengan sistem yang dirancang Dispertan, para petani setempat bisa menjual hasil panennya langsung kepada warga sekitar. Tanpa melalui pengepul hingga pengecer.

Baca Juga: Pemeliharaan Kebun Tebu, Dispertan Pati Bongkar Ratoon

Sudiyanto PPL KJF (Penyuluh Pertanian Lapangan Kelompok Jabatan Fungsional) Dinas Pertanian kabupaten Pati, untuk uji coba konsep koperasi ini penyuluh pertanian menggandengg Kelompok Petani Milenial Desa Sukobubuk Kecamatan Margorejo.

Ia mengaku, tantangan terbesar dalam membangun koperasi ini adalah permodalan. Oleh karenanya, dibutuhkan keterlibatan pemerintah desa sebagai penyokong atau peminjam modal.

“Supaya sukses memutus rantai nilai ini kita libatkan stage holder di desa kita ajak diskusi. Supaya barang-barang yang ada di desa ada yang menampung sebelum dipasarkan oleh petani milenial itu. Soalnya yang jadi hambatan adalah anggaran modal untuk menampung hasil panen petani, kan harus ada yang membeli. Tantangannya disitu,” ungkap Sudiyanto kepada mitrapost.com saat ditemui di Kantor Dispertan Pati

Baca Juga :   News Grafis : 25 RT di 23 Desa Pati Masuk Zona Merah

Baca Juga: Terancam Puso, Dispertan Pati Bantu Klaim Asuransi Pertanian

“Pemerintah Desa Sukobubuk sudah siap mem backup dari angaran ADD desa. Dari situ dimodali beberapa ratus juta agar asosiasi bisa berjalan,” tambahnya

Keuntungan dari penjualan produk pertanian, uangnya akan dikembalikan ke desa dan sebagian digunakan untuk membayar pengelola.

Meski bergerak mandiri, kelompok petani milenial tak sepenuhnya menghindari peran pedagang di pasar, para pedang digandeng dijadikan mitra untuk memasarkan hasil olahan pertanian dari kelompok tani milenial.

artikel ini telah tayang di Mitrapost.com dengan judul “Strategi Petani Milenial Memutus Rantai Distribusi Perdagangan Komoditas Pertanian”

Baca Juga: Tinjau Banjir di Pekalongan, Gus Yasin Minta Perbaikan Tanggul

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here