Pengelola Objek Wisata di Pati Berharap Adanya Bantuan Pemerintah

PENGELOLA OBJEK WISATA DI PATI BERHARAP ADANYA BANTUAN PEMERINTAH
Foto: Objek Wisata Gua Wareh/ Mitrapost.com/ Singgih Nugraha

Pati, Suryamedia.id – Ditutupnya sejumlah objek wisata di Kabupaten Pati menyusul diberlakukannya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro, menyebabkan sejumlah pengelola objek wisata tak mendapat pemasukan.

Hal ini membuat Adi Saputro selaku Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Semar Wareh, Desa Kedumulyo, Kecamatan Sukolilo memohon agar pemerintah memberikan bantuan kepada pihak-pihak pengelola objek wisata.

Adi yang merupakan penanggungjawab objek wisata Goa Wareh menuturkan jika ia bersama kawan-kawannya mengalami kerugian berkisar Rp 10 Juta.

Baca Juga: DLH Pati Ajak Masyarakat Bersinergi Atasi Permasalahan Sampah

Hal tersebut menjadikan para pengelola wisata yang berasal dari Pokdarwis memilih untuk menjalani pekerjaan lain.

Ia menyampaikan jika pemerintah hanya memberikan bantuan berupa wastafel sebagai sarana cuci tangan pengunjung.

Namun hal tersebut tak menjawab permasalahan yang dihadapi oleh Pokdarwis yang mengelola objek wisata.

“Kami di sini telah menutup total objek wisata. Bahkan sejak Januari, kami tidak membuka tempat ini untuk pengunjung. Sama sekali!,” tegas Adie kepada Mitrapost.com, Sabtu (19/6/ 2021)

Baca Juga :   Wayang Virtual Peringati Hari Hari Jadi Pati ke-698

Baca Juga: Latsar CPNS Pati Digelar Secara Virtual

“Pengelola wisatawan tak ada pemasukan. Mereka memilih bekerja di sektor lain. Oleh karenannya, kami berharap pemerintah memberikan kami bantuan, karena tak ada bantuan sepeser pun,” imbuhnya

Adi menuturkan, jika mayoritas pengelola wisata fokus bekerja sebagai petani, sehingga pengelola wisata pada pergi ke sawah di saat-saat seperti ini.

Ia mengeluhkan dengan adanya kebijakan ini, pelaku UMKM di sekitar objek wisata alami kerugian karena sepi pendapatan.

Dampak tersebut bukan hanya mempengaruhi pengelola wisata saja, melainkan berdampak pada Usaha Mikro Kecil Menengah ( UMKM) yang berjualan di sekitar objek.

Baca Juga: Camat Keluhkan Dinkes Pati yang Kurang Responsif

“Sebanyak 10 UMKM rugi. Mas. Bisa dilihat sendiri banyak warung-warung mereka yang tutup,” Adi

Oleh sebab itu, ia sangat berharap bahwa dengan adanya kebijakan penutupan objek wisata, diiringi dengan adanya bantuan yang disalurkan kepada pengelola objek wisata.

Pasalnya pendapatan utamanya berasal dari retribusi tiket masuk. Jika tidak ada pengunjung, maka tidak ada pemasukan. Adapun pembayaran tiket masuk sebesar Rp5.000 per kendaraan.

Baca Juga :   Perguruan Tinggi di Pati Terapkan Pembelajaran Online Secara Penuh

Perlu diketahui, tahun lalu masih banyak pengunjung yang berdatangan. Mereka berwisata, melakukan caving goa, wall climbing, dan camping untuk menikmati objek wisata yang ada di lereng pegunungan Kendeng tersebut. (*)

artikel ini telah tayang di Mitrapost.com dengan judul “Pokdarwis Berharap Ada Bantuan Pemerintah Bagi Pengelola Objek Wisata”

Baca Juga: Pasar Sukorejo Terbakar, Bupati Kendal Minta PUPR Lakukan Uji Kelayakan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here