Disabilitas di Pati Memilih Wirausaha Mandiri

DISABILITAS DI PATI MEMILIH WIRAUSAHA MANDIRI
Foto: Produk Karya Disabilitas di Pati/ Mitrapost.com/ Umar Hanafi

Pati, Suryamedia.id – Para penyandang disabilitas di Kabupaten Pati, kesulitan masuk dunia kerja menjadi karyawan perusahaan. Hal ini menjadikan mereka untuk membuat usaha sebagian mandiri.

Para penyandang disabilitas di Kabupaten Pati, sulit untuk mendapatkan tempat kerja di perusahaan di Bumi Mina Tani.

Beberapa anggota Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kabupaten Pati pun masih sedikit yang bisa bekerja di perusahaan.

Baca Juga: Perguruan Tinggi di Pati Terapkan Pembelajaran Online Secara Penuh

Ketua PPDI Kabupaten Pati Suratno mengatakan perusahaan selama ini masih kurang dalam merekrut para kaum disabilitas. Padahal mereka bisa bersaing dengan tenaga kerja normal.

“Temen-temen itu punya skill seperti menjahit, Ndak kalah dari yang normal. Cuman mereka terkendala dari persyaratan. Ada ijasah terus umur, terkendala di situ. Jadi temen-temen terus males,” jelasnya.

Oleh karenanya, lanjutnya, para kaum disabilitas di Pati lebih memilih untuk memiliki usaha sendiri. Hal ini juga dapat membantu pemerintah untuk menciptakan lapangan pekerjaan bagi para penyandang disabilitas sendiri.

Baca Juga :   Banjir di Sukolilo, Lalu Lintas Pati-Kudus Tersendat

“Dengan adanya begitu, kan sedikit banyak kita membantu pemerintah untuk mengurangi pengangguran temen-temen disabilitas. Makanya kami mengharapkan itu khususnya pemerintah kabupaten Pati dan dinas-dinas terkait untuk mendorong temen-temen supaya dia terangkat ekonominya. Mereka sedikit banyak bisa membantu keluarganya,” tuturnya.

Baca Juga: DLH Pati Ajak Masyarakat Bersinergi Atasi Permasalahan Sampah

Ia mengatakan, saat ini kebanyakan para penyandang disabilitas Kabupaten Pati membuka usaha jasa menjahit. Sehingga ia menyarankan ke anggotanya (penjahit) agar lebih hati-hati, supaya hasilnya lebih bagus.

“Kalau hasilnya bagus kan tetep konsumen kembali ke mereka, walaupun kita punya kekurangan, tapi kan hasilnya bagus,” paparnya.

Selain menjahit, juga ada yang memulai bisnis pembibitan lele. Selain itu, ada yang fokus pada kerajinan yang menggunakan bahan baku kain perca yang bisa dibuat menjadi keset yang bermotif dan juga tas.

“Ngambilnya (kain perca) dari sisa-sisa temen-temen yang menjahit itu dikumpulkan dikasihkan ke sini untuk diproses lagi jadi kerajinan,” ujarnya.

Baca Juga: AHHA PS Pati Tunggu Kiper Arema FC

Baca Juga :   News Grafis : Panen Kelapa Kopyor 109,50 Hektare

Selain itu, yang saat ini baru berkembang pesat adalah usaha batik ciprat. Di Kabupaten Pati, baru para penyandang disabilitas yang mengembangkan usaha ini.

Oleh karenanya, ia minta dukungan dari pemerintah dan instansi yang terkait, agar batik ciprat karya para penyandang disabilitas lebih bisa berkembang.

Ia menyebutkan, saat ini beberapa instansi terkait sudah mulai membeli karya batik ciprat dari para penyandang kaum disabilitas Pati.

“Kemarin ada satu di SD Sukolilo kalau Ndak salah beli 11 potong untuk seragam gurunya. Nah mudah-mudahan setelah itu tau instansi-instansi lain atau sekolah- sekolah lain bisa mengikuti,” harapnya. (*)

artikel ini telah tayang di Mitrapost.com dengan judul “Kurang dapat Tempat di Perusahaan, Disabilitas Pati Berwirausaha Mandiri”

Baca Juga: Camat Keluhkan Dinkes Pati yang Kurang Responsif

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here