Pengelola Pasar Lakukan Sosialisasi Prokes Secara Rutin

PENGELOLA PASAR LAKUKAN SOSIALISASI PROKES SECARA RUTIN
Foto: Koordinator Keamanan Pasar Winong, Widodo/ Mitrapost.com/ Singgih Nugraha

Pati, Suryamedia.id – Diterapkannya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Jawa– Bali membuat berbagai sector, terpaksa harus mengikuti peraturan yang diberlakukan oleh Pemerintah Daerah (Pemda) masing-masing, tanpa terkecuali di Kabupaten Pati.

Salah satu sektor yang mendapat perhatian serius demi mencegah penularan Covid-19 adalah pasar tradisional. Terdapat pembatasan jam operasional pasar tradisional sampai dengan pukul 12.00 WIB. Salah satunya adalah pasar Winong.

Menurut Koordinator Keamanan Pasar Winong, Widodo, pihak pengelola melaksanakan peraturan PPKM Darurat yang telah diterbitkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati.

Ia mengatakan bahwa langkah penerapan protokol kesehatan ( prokes) telah dilaksanakan oleh pengelola pasar Winong, sejak diberlakukannya PPKM skala Mikro dan ‘ Pati di Rumah Saja’ sebelumnya.

Melalui sosialisasi prokes yang dilakukan secara rutin lewat pengumuman dan edukasi secara langsung saat menarik uang iuran pedagang.

Bahkan pada saat kebijakan ‘ Pati Di Rumah Saja’, pihaknya melakukan bagi-bagi masker kepada pedagang dan pengunjung pasar.

“Sejak diterapkannya kebijakan PPKM Skala Mikro kami telah mengedukasi pedagang dan pembeli di pasar supaya menerapkan 5 M,” ujarnya kepada Mitrapost.com, Sabtu (3/7/ 2021).

Baca Juga :   News Grafis : Hampir Seribu Warga Pati Meninggal Akibat Covid-19

“Bahkan setiap hari kami ingatkan melalui sirine dan mengingatkan ketika menarik iuran,“ imbuh Widodo.

Di pintu masuk dan pintu keluar pasar telah terdapat 2 drum pencucian tangan untuk siapapun yang akan masuk pasar.

Ia memantau pengunjung dan pedagang secara ketat agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan, apalagi membahayakan nyawa.

Pedagang sudah menjalankan prokes dengan baik,” ungkapnya.

Adanya pembatasan jam operasional, amat disayangkan oleh para pedagang pasar. Salah satunya adalah pedagang gamis di pasar, bernama Sulanah. Ia mengungkapkan, bahwa dirinya merasa kurang senang dengan adanya pembatasan jam berjualan.

“Kami kurang sreg dengan kebijakan ini. Pendapatan menurun. Tetapi, saya hanya pedagang pasar yang gak bisa apa-apa memilih untuk manut saja. Saya pasrah, “ujarnya.

Pengelola dan pedagang pasar sangat berharap agar pandemi Covid-19 cepat berlalu, sehingga kondisi aktivitas di pasar bisa berjalan normal kembali. (*)

artikel ini telah tayang di Mitrapost.com dengan judul “Antisipasi Covid-19, Pengelola Pasar Winong Lakukan Sosialisasi Prokes”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here