Muhammadiyah Beri Tanggapan Terkait Hadis ‘Malapetaka Tidak Menyebar Di Lingkungan Masjid’

MUHAMMADIYAH BERI TANGGAPAN TERKAIT HADIS “MALAPETAKA TIDAK MENYEBAR DI LINGKUNGAN MASJID”
Foto: Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Pati/ Mitrapost.com/ Moh.Anwar

Pati, Suryamedia.id – Ditengah lonjakan kasus Covid-19, beredar narasi hadis nabi yang menyebutkan bahwa malapetaka atau wabah tidak bisa menyebar dilingkungan masjid.

Statemen ini dipakai oleh kalangan tertentu, agar bisa melaksanakan salat berjamaah dan pengajian di masjid meski pemerintah telah menerapkan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Lintal Muna, Ketua Pimpinan Daerah Aisyiyah Kabupaten Pati dan Ketua Majelis Tabligh Aisyiyah Jawa Tengah menyatakan bahwa, hadis yang dimaksud adalah hadis dhaif atau lemah dan tidak bisa dijadikan pegangan.

“Kalau dalam masa pandemi tidak apa-apa beribadah di rumah. Ada beberapa hadis menyebutkan dalam beribadah kalau ada malapetaka, ada virus dan sebagainya tidak bisa menjangkau masjid. Hadistnya semua hukumnya dhaif tidak bisa buat pegangan, sudah dikaji di majelis tajdid dan tarjih Muhammadiyah” katanya kepada Mitrapost.com saat ditemui belum lama ini.

Diterangkan bahwa hadist dhaif, bukanlah hadis palsu. Hadis dhaif dinisbahkan kepada nabi Muhammad, namun periwayat hadisnya tidak mempunyai hafalan yang kuat dan dipertanyakan kredibilitasnya. Sehingga apa yang keluar dari periwayat hadis dhaif, tidak bisa dijadikan menjadi hukum.

Baca Juga :   Jateng Terus Tingkatkan Tracing dan Testing

Lin mengimbau kepada umat muslim agar berhati-hati dengan seruan sejumlah tokoh dalam menyikapi pandemi Covid-19. Banyak pihak yang menggunakan sejumlah hadis berkategori dhaif, berkategori lemah dan mestinya tidak dijadikan sumber hukum.

Lebih lanjut ia mengatakan, Muhammadiyah sepenuhnya mendukung program PPKM darurat. Hal ini diimplementasikan dengan menginstruksikan kepada para penceramah Muhammdiyah untuk meliburkan kajian hingga PPKM Darurat berakhir.

Sebagai gantinya, para penceramah membuat rekaman suara berisi materi ceramah yang kemudian dikirim kepada jamaah binaan melalui aplikasi Whatsapp.

Muhammadiyah juga mendukung gerakan pemerintah untuk tidak melaksanakan ibadah salat Iduladha 1442H di tempat ibadah. (*)

artikel ini telah tayang di Mitrapost.com dengan judul ‘Tanggapan Muhammadiyah Terkait Hadis “Malapetaka Tidak Menyebar di Lingkungan Masjid”’

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here