Pendapatan Pedagang Turun, Disdagperin Diminta Bebaskan Retribusi Pasar

PENDAPATAN PEDAGANG TURUN, DISDAGPERIN DIMINTA BEBASKAN RETRIBUSI PASAR
Foto: Aktivitas jual-beli di salah satu pasar di Kabupaten Pati/ Mitrapost.com/ Umar Hanafi/

Pati, Suryamedia.id – Kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) membuat omzet pedagang turun drastis. Dinas Perdagangan dan Perindustrian ( Disdagperin) Kabupaten Pati pun diminta membebaskan retribusi pasar pada bulan Juli.

Usulan ini diungkapkan oleh anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati, Narso. Berdasarkan pantauannya, pedagang pasar mengalami penurunan omzet lantaran waktu jualan dibatasi.  Selain itu, pengunjung pasar juga dibatasi hingga 50 persen.

“Saya mengusulkan kepada pemerintah Kabupaten Pati dalam hal ini adalah Disdagperin untuk memberikan keringanan atau bahkan pembebasan retribusi untuk bulan Juli 2021 ini, khususnya pedagang pasar,” ujar politisi asal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini.

“Karena mereka mengeluhkan dengan omzet yang turun dan jam jualan juga dibatasi. Hal ini supaya pedagang pasar bisa terbantu dari himpitan ekonomi. Mengigat jam operasional mereka dikurangi. Juga berimbas kepada omzet mereka khususnya di bulan Juli ini khususnya selama PPKM Darurat berlangsung,” lanjut Narso.

Penurunan ini dialami Karno, salah satu pedagang sembako di Pasar Juwana ini mengaku mengalami penurunan omzet hingga 80 persen. Sebelum ada pembatasan kegiatan masyarakat di pasar, ia mampu meraup omzet hingga Rp1.000.000 setiap harinya.

Baca Juga :   News Grafis : Investasi Pati Tahun 2020

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini