Kualitas Baik, Purworejo Dikategorikan Hasilkan Garam Industri

KUALITAS BAIK, PURWOREJO DIKATEGORIKAN HASILKAN GARAM INDUSTRI
Foto: Kepala Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan (DPPKP) Kabupaten Purworejo, Wasit Diono, saat berdialog dengan petani anggota Kelompok Usaha Garam Rakyat (Kugar) Pendowo Limo, di pantai Desa Patutrejo Kecamatan Grabag, Selasa (26/07/2021)/jatengprov.go.id

Suryamedia.id – Kabupaten Purworejo berpotensi untuk menghasilkan garam dengan kandungan natrium klorida (NaCl) yang cukup tinggi, yaitu sebesar 97,49 persen.

Sebagaimana disampaikan oleh Kepala Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan (DPPKP) Kabupaten Purworejo, Wasit Diono.

Ia mengungkapkan bahwa garam Purworejo, selain memiliki kandungan NaCl yang cukup tinggi, namun juga diproduksi dengan menggunakan tunnel system, sehingga dapat menghasilkan garam yang berwarna putih bersih.

“Sistem pembuatan garam ini adalah secara organik tidak menggunakan bahan kimia tambahan apapun, serta ramah lingkungan karena tidak menghasilkan limbah yang berbahaya bagi lingkungan. Sehingga, produk yang dihasilkan adalah garam organik,” jelasnya.

Hal tersebut dinyatakan berdasarkan hasil analisis laboratorium PT Sucofindo Semarang pada awal Mei 2021.

Dengan memiliki kandungan NaCl yang berada di atas 50 persen, sehingga garam produksi Purworejo dikategorikan sebagai garam industri.

Penggaraman dengan menggunakan tunnel system merupakan salah satu metode baru, dimana dengan model tertutup menggunakan lahan terasering.

Penerapan model tertutup membuat produksi garam bisa dilakukan sepanjang tahun, walaupun musim hujan.

Baca Juga :   Jateng Akan Miliki Badan Riset dan Inovasi Nasional Daerah

Walaupun berada di dalam ruang yang tertutup plastik, namun suhu udara dijaga tetap tinggi agar proses kristalisasi dapat terjadi.

Dimana lahan pembuatan garam dibuat dengan berpetak- petak secara bertingkat, sehingga air dapat mengalir dengan menggunakan gaya gravitasi.

Lebih lanjut, sampai pertengahan tahun 2021, produksi garam terus meningkat dari 2,2 ton pada Januari, menjadi 3,1 ton pada Mei.

“Pemasaran dilakukan dalam bentuk curah dan kemasan 200 gram, 1.000 gram, 5.000 gram, maupun 25 kg. Produk garam ini digunakan untuk keperluan pupuk tanaman, suplemen pakan ternak, ikan dan udang, pengobatan, dan sebagainya,” kata Wasit.

Sementara itu, Bupati Purworejo, RH Agus Bastian, menyampaikan, Kabupaten Purworejo memiliki garis pantai sepanjang 22 kilometer. Potensi alam tersebut dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan garam sebagai lapangan usaha baru. (*)

artikel ini telah  tayang di Mitrapost.com dengan judul “Purworejo Berpotensi Hasilkan Garam dengan NaCl Tinggi”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here