Pemkot Semarang Dorong Petani Milenial  Wujudkan Kedaulatan Pangan

PEMKOT SEMARANG DORONG PETANI MILENIAL WUJUDKAN KEDAULATAN PANGAN
Foto; Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayumengunjungi Kampung Organik Wonolopo untuk menyapa kaum muda yang membentuk komunitas bernama petani milenial, Minggu (8/8)/semarangkota.go.id

Semarang, Suryamedia.id– Pemerintah kota Semarang mendorong petani milenial untuk mewujudkan program kedaulatan pangan.

Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu mengunjungi Kampung Organik Wonolopo pada Minggu, (8/8/ 2021).

di kampung tersebut, terdapat kaum muda yang membentuk komunitas yang bernama petani milenial yang sudah terbentuk selama satu tahun.

Adapun beberapa kegiatan postif yang dilakukan para petani milenial diantaranya adalah penghijauan area dengan menanam berbagai pohon, sayuran dan bunga ditepi sawah, mereka juga menanam padi hingga memelihara ikan.

Bilal Lutfi Mas’ud, salah satu milenial yang menginisiasi dibentuknya petani milenial di Wonolopo mengungkapkan ide dibentuknya kelompok ini untuk memberikan kegiatan positif kepada anak- anak yang melakukan sekolah daring.

“Awalnya saya melihat disini banyak anak muda yang karena pandemi tidak bisa  bersekolah dan hanya sekolah daring. Melihat hal itu, muncul keinginan membuat anak- anak berkegiatan positif. Beruntung ada pak Sudili, pak Ketua RW 3 Wonolopo yang mencetuskan ide dibentuknya petani milenial. Akhirnya kami diajari pak Dili menanam sampai memelihara ikan,” cerita Bilal yang juga merupakan Koordinator Petani Milenial.

Baca Juga :   Kasus Covid-19 Melonjak, PTM di kota Semarang Dihentikan Sementara

Tak berhenti disana, petani milenial juga melakukan hal positif lain dengan membuat makanan siap saji yang dibuat dari hasil tanam dan pemanfaatan sekitar.

“Karena padi ini kan organik, kami kalau sore cari keong yang notabene merupakan hama. Kami kumpulkan dan dimasak. Ada juga ikan hasil mancing. Setiap hari Jumat kami bagikan untuk Jumat berkah pada warga yang membutuhkan,” ujar Bilal.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini