Kerajinan Sapu Ijuk Tetap Eksis di Masa Pandemi

KERAJINAN SAPU IJUK TETAP EKSIS DI MASA PANDEMI
Foto: Kerajinan Sapu Ijuk di kampung Jambeyan, Kecamatan Sedan, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah/Mitrapost.com/Ainul Makhasin

Rembang, Suryamedia.id – Sebuah Kampung yang berada di Kecamatan Sedan, Kabupaten Rembang sebagian dari masyarakatnya terkenal sebagai sentral pengrajin sapu ijuk.

Kampung tersebut yaitu kampung Jambeyan, Kecamatan Sedan, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah.

Tercatat 25 lebih masyarakat di kampung Jambeyan tersebut yang berprofesi sebagai pengrajin sapu ijuk, bukan hanya warga kalangan bawah saja yang membuat kerajinan sapu ijuk, bahkan kalangan menengah ke atas juga membuat kerajinan tersebut.

Salah satu pengrajin sapu ijuk yang ada di desa Jambeyan, Sukemi (55) mengaku dalam setiap hari dapat memproduksi sapu ijuk 20 hingga 30 sapu dalam sehari.

“untuk masalah bahan baku dan pemasaran kami tidak mengalami kendala. Karena dalam perminggunya ada pengepul yang datang kemari dan mengambil kerajinan sapu ijuk dari kami. Kami membeli bahan baku perkilonya Rp2300 dan setelah jadi sapu ijuk kami jual dengan harga Rp5000 per satu sapu ijuknya, dan barang tersebut dikirim dari wilayah Mbabat dan Lamongan Jawa Timur” ujarnya kepada wartawan Mitrapost.com.

Baca Juga :   Pembangunan Jalan Lingkar Rembang, Bupati Minta Pembebasan Tanah Masyarakat

Hasil dari kerajinan buah tangan warga Jambeyan biasanya dikirim di pasar- pasar yang ada di daerah Grobogan dan Purwodadi dengan sekali pengambilan mencapai satu pick up dalam seminggu.

Sukemi juga menjelaskan dalam proses pembuatan sapu ijuk tidak serumit apa yang dibayangkan. Bahan sabut ( kulit kelapa) yang disetori dari pengepul biasanya langsung dibagi per-tossa setiap rumah masing-masing.

Setelah disetorkan sabut tersebut dikeringkan dengan cara menjemur lalu dipukul-pukul, baru setelahnya bisa disisir dan diambil serabutnya dan kemudian dibentuk.

“Kami tidak mengalami kekurangan bahan maupun pemasaran dalam masa pandemi ini, kami terkendala dengan harga yang makin naik. yang awalnya Rp2300 sekarang menjadi Rp2500 perkilonya,” pungkasnya. (*)

artikel ini telah tayang di Mitrapost.com dengan judul “ Kerajinan Sapu Ijuk Desa Jambeyan Tetap Eksis di Masa Pandemi Covid 19”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here