Rencana PTM Digelar September, Dinkes: Harus Hati-Hati

RENCANA PTM DIGELAR SEPTEMBER, DINKES: HARUS HATI-HATI
Foto: Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Abdul Hakam/semarangkota.go.id/

Semarang, Suryamedia.id – Rencana Kembali diberlakukannya Pembelajaran Tatap Muka ( PTM) bulan September mendatang di kota Semarang, dinas Kesehatan ( Dinkes) mengimbau untuk berhati- hati.

Hal tersebut dikarenakan para pelajar belum sepenuhnya menerima vaksinasi. Sedangkan pelajar yang telah mendapat suntikan vaksin baru 14 persen.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Abdul Hakam mengatakan, untuk memulai PTM paling tidak, salah-satu syarat harus di zona hijau dulu. Apalagi saat ini baru ada 14 persen, pelajar yang divaksin.

“Menurut saya ini harus hati-hati. Saya tadi ketemu pak Kepala Dinas Pendidikan, saya sampaikan harus hati-hati dulu,”katanya, Kamis (19/8/ 2021).

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Gunawan Saptogiri mengatakan, pihaknya menargetkan paling lambat September 2021 mulai selenggarakan PTM. Keputusan ini merujuk dari aturan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 3, dimana wilayah yang masuk pada level ini boleh melakukan pembelajaran tatap muka.

“Kita targetkan bulan ini atau paling lambat September bisa dimulai untuk PTM,” katanya.

Gunawan menuturkan bahwa setiap sekolah siap menyambut digelarnya PTM dengan melihat segi sarana dan prasarana serta pembatasan siswa. Bahkan beberapa waktu lalu, sejumlah sekolah telah melakukan tahap uji coba 1 dan 2.

Baca Juga :   Kampung Unik dengan Aneka Tanaman Hias di Semarang

“Harapannya sekolah negeri bisa melakukan PTM, mulai TK, SD, dan SMP.  Swasta silakan mengajukan izin karena harus ada pengecekan kesiapan,” tambah Gunawan.

Nantinya Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo mengeluarkan instruksi gubernur terkait penyelenggaraan PTM.

Saat ini, Disdik masih menunggu keputusan dari gubernur, serta melakukan koordinasi dengan stakeholder terkait. Mulai dari Disdik, musyawarah kerja kepala sekolah (MKKS), kelompok kerja kepala sekolah (K3S), dan Korsatpen.

“Sebenarnya kami sudah siap, namun kami harus koordinasi dengan Kemendikbud dan Provinsi. Yang jelas, dalam waktu dekat, besok kami kumpulkan stakeholder terkait untuk koordinasi persiapan PTM,” jelasnya.

Penyelenggaraan PTM, akan dilakukan terbatas karena masih dalam PPKM level 3. Protokol kesehatan tetap dijalankan. “Pembatasan siswa yang masuk maksimal 50 persen dari kapasitas kelas,” papar dia.

Dari data yang ada, Pemerintah Kota Semarang baru melakukan vaksinasi di lima sekolah yakni SMPN 3 Semarang, SMPN 15 Semarang, SMPN 9 Semarang, SMPN 1 Semarang, dan SMPN 30 Semarang.

“Kalau satu tempat  tempat 1.000 siswa dikali lima berarti baru 5.000 siswa. Sedangkan, vaksinasi guru negeri dan swasta hampir semua sudah. Persentasenya diatas 95 persen,” terangnya.

Baca Juga :   Pemkot Semarang Perketat Pintu Masuk Wilayah

Sebelumnya, Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mengatakan, PTM dimungkinkan bisa diselenggarakan dengan kapasitas 50 persen seiring Kota Semarang masuk PPKM level 3.

“Kalau memang ada kemungkinan, beberapa sekolah pasti ada izin tertulis,” katanya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here