Brebes Terapkan PTMT Pada 6 September

BREBES TERAPKAN PTMT PADA 6 SEPTEMBER
Foto: Bupati Brebes Idza Priyanti usai roadshow Rapat Koordinasi dengan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, seluruh Kepala SD/SMP, di Pendopo Bupati, Kamis (2/9)/brebeskab.go.id

Brebes, Suryamedia.id – Pembelajaran Tatap Muka Terbatas ( PTMT) di kabupaten Brebes akan dimulai pada 6 September mendatang.

PTMT ini akan dilakukan untuk tingkat satuan Pendidikan SD dan SMP. Sebagaimana disampaikan oleh Bupati Brebes Idza Priyanti usai roadshow Rapat Koordinasi dengan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, seluruh Kepala SD/SMP, di Pendopo Bupati, Kamis (2/9).

Saat ini, kabupaten Brebes masih berada di level 3 dengan posisi zona kuning. Sehingga PTMT boleh dilaksanakan dengan kapasitas sebanyak 50 persen, dengan sistem dan mekanisme sesuai Standar Operasional Pelayanan (SOP).

Kepala sekolah harus dapat mempersiapkan segala sesuatunya dengan matang, dari mulai regulasi yang akan dijadikan dasar hukum pelaksanaanya, sampai sekenario pelaksanaan PTMT seperti penyediaan sarana prasarana penunjang protokol kesehatan selama PTMT berlangsung.

Selain itu, orangtua siswa juga harus membuat pernyataan sikap secara tertulis soal dukungan kegiatan PTMT tanpa adanya paksaan. “intinya, protokol kesehatan harus diterapkan secara ketat,” tandas Idza.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Brebes Sutrisno menambahkan, para Kepala Sekolah dan siswa serta orang tuanya juga menyambut antusias penyelenggaraan PTMT ini.

Baca Juga :   Vaksinasi Gelombang II, Lansia Jadi Prioritas

Skenario pembelajarannya, kata Sutrisno, PTMT antara lain pada sesi pembelajaran diikuti oleh 50 persen siswa, artinya di Shift dalam waktu maksimal dua jam tanpa istirahat.

Selain itu, kantin sekolah ditutup sehingga siswa harus membawa bekal makanan atau minuman dari rumah. Semua pakai masker mulai dari rumah, di cek suhu tubuhnya sebelum masuk ke sekolah, cuci tangan pakai sabun atau dengan handsanitizer, menjaga jarak, dan ketentuan Protokol kesehatan lainnya.

Untuk itu, dibentuk Tim Satgas Cegah Covid-19 ditingkat sekolah, yang berkolaborasi dengan Stgas Covid 19 ditingkat desa dan kecamatan setempat. Tim akan memberikan laporan secara intens kepada Bupati.

Oleh karena itu sutrisno berharap seluruh Kepala Sekolah agr dapat mencermati regulasi yang ada, sehingga dalam pelaksanaanya tidak menyalahi aturan yang telah ditetapkan. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here