Pemkot Semarang Perketat Pintu Masuk Wilayah

Pemkot Semarang Perketat Pintu Masuk Wilayah
Foto: Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi/semarangkota.go.id

Semarang, Suryamedia.id – Pemerintah kota Semarang, memperketat pintu masuk wilayah. Hal ini untuk mengantisipasi masuknya penyebaran Covid-19 varian baru.

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mengatakan, pemerintah daerah mengikuti instruksi dari pemerintah pusat, yangmana jalur masuk internasional hanya dilakukan di beberapa titik.

Penerbangan internasional saat ini hanya dilakukan melalui dua bandara yakni Bandara Soekarno-Hatta dan Sam Ratulangi. Artinya, Bandar internasional Ahmad Yani tidak menerima penerbanganan internasional. Menurutnya, hal yang perlu ditekankan yakni perjalanan melalui pelabuhan.

“Kami punya Tanjung Emas. Kami koordinasi dengan Pelindo dan KKP supaya turis-turis yang masuk benar-benar dilakukan pengecekan dengan ketat,” terang Hendi.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Moh Abdul Hakam mengatakan, varian baru MU ini secara teori dapat menurunkan imunitas. Namun ternyata secara penelitian, varian baru yang ditemukan pada Januari ini belum terbukti menyebar secara cepat seperti varian delta. Varian MU juga belum terbukti menyebabkan angka mortalitas yang tinggi.

“Ini masih jadi penelitian lebih lanjut. Dari awal, itu bisa menurunkan imunitas. Ini harus kita cari lagi bagaimana siklus hidup virus tersebut,  apakah akan melawan antibodi atau sistem kekebalan tubuh yang ada di tubuh kita atau bagaimana,” terang Hakam.

Baca Juga :   DP3A Semarang Catat Ada 164 Kasus Kekerasan Pada Perempuan

Menurutnya, vaksinasi yang saat ini masih digencarkan di Indonesia yakni vaksin Sinovac, Moderna, maupun Sinopharm masih sensitif terhadap varian baru Covid-19 MU.

Screening atau deteksi Covid-19 juga mulai digencarkan, diantaranya pasar dan sekolah yang saat ini mulai melakukan pembelajaran tatap muka ( PTM).

Ia meminta, masyarakat tidak terlalu euforia walaupun Semarang sudah memasuki level 2. Ia berharap, masyarakat tetap sehat dan tidak ada penularan varian baru. Sehingga, mereka bisa beraktivitas serta dapat meningkatkan produktivitas.

Hakam juga mengimbau masyarakat, terutama lansia di atas 60 tahun atau masyarakat yang mempunyai penyakit penyerta untuk tetap tertib terhadap protokol kesehatan diantaranya memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, dan mengurangi mobilitas.

“Pasien-pasien yang tidak tertolong biasanya usia lanjut dan memiliki penyerta lebih dari dua,” tambahnya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here