Pembangunan Tol Semarang-Demak Terus Berjalan

Pembangunan Tol Semarang-Demak Terus Berjalan
Foto: Foto: Pembangunan Tol Semarang-Demak hingga kini masih terus berjalan/semarangkota.go.id

Semarang, Suryamedia.idPembangunan Tol Semarang- Demak hingga kini masih terus berjalan. Kini, pembangunan masih berproses di wilayah Sayung- Demak yang mencapai progres 41,63 pesen hingga pekan lalu.

Jalan Tol nantinya akan berfungsi sebagai akses sekaligus tanggul laut yang digadang dapat mengatasi persoalan rob di wilayah Semarang dan Demak.

Seksi Sayung – Demak ditargerkan rampung pada Juni 2022 mendatang. Sedangkan, pengerjaan seksi Kaligawe -Sayung akan mulai dilakukan Januari 2022 – November 2024.

“Tahun ini baru dimulai yang jalur perbatasan Demak ke Semarang. Targetnya memang mundur setahun. Di Semarang seharusnya mulai dilakukan 2021,” ungkap Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi.

Hendi menuturkan bahwa terdapat kendala teknis dalam pengerjaan, terutama tentang pembebasan lahan. Namun, ia memastikan persoalan pembebasan lahan sudah bisa teratasi. Dia berharap, Tol  Semarang – Demak wilayah Semarang segera digarap.

“Jadi, ada kendala teknis terutama pembebasan lahan. Insya Allah, sudah ada titik temu. Mudah-mudahan sudah bisa dilaksanakan,” ucapnya.

Hendi membeberkan, pembangunan Tol Semarang-Demak akan berbeda dari tol pada umumnya. Pembuatan jalan tol itu akan menggunakan bahan bambu sebagai sistem matras di tanah dasar penompang.

Baca Juga :   UMKM Center Buka Warung Serasi Guna Dongkrak Penjualan

Penggunaan matras bamboo memiliki kekuatan menghadapi air rob yang tinggi, selain itu juga memakan biaya yang cukup murah.

Teknologi itu teknis yang tahu. Yang saya dengar selain murah, bambu juga punya kekuatan menghadapi air. Dari sisi teknis, para insinyur RI sudha memperhatikan sedemikian rupa bahwa bambu berlapis akan mampu menahan air rob yang tinggi,” jelasnya.

Hendi menambahkan, rob di Kota Semarang memang selalu menjadi persoalan pelik dari tahun ke tahun. Diharapkan pembangunan tol sebagai tanggul laut ini bisa menjadi solusi atas persoalan tersebut.

Sembari menunggu pembangunan, Pemerintah Kota Semarang memaksimalkan sistem drainase Sungai Tenggang dan Sungai Sringin untuk mengatasi rob di ibu kota Jawa Tengah.

“Itu InsyaAllah sedikit banyak bisa mengurangi rob meski dalam berbagai tahapan rob kemarin saat hujan tidak mampu tapi sudah mengurangi porsi rob di wilayah utara dan timur,” terangnya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here