Jumlah PGOT di Kota Semarang Semakin Meningkat

Jumlah PGOT di Kota Semarang Semakin Meningkat
Foto: Kepala Satpol PP Kota Semarang, Fajar Purwoto usai rapat Paripurna di Gedung DPRD Kota Semarang, Jumat (8/10)/semarangkota.go.id

Semarang, Suryamedia.idPandemi Covid-19 masih berlangsung hingga kini, hal tersebut menjadikan jumlah pengemis gelandangan dan orang terlantar ( PGOT) di kota Semarang menjadi meningkat.

Dalam operasi yang dilakukan pihak Satpol PP Kota Semarang, telah menjaring sebanyak 300 orang PGOT.

Demikian diungkapkan Kepala Satpol PP Kota Semarang, Fajar Purwoto usai rapat Paripurna di Gedung DPRD Kota Semarang, Jumat (8/10).

Menurutnya, PGOT yang terjaring itu jumlahnya meningkat dibanding sebelum masa pandemi. Oleh karena itu, Satpol PP terus melakukan Razia, untuk mengurangi jumlah PGOT yang ada di kota Semarang.

“Trendnya terus naik sejak pandemi. Makanya kita tidak henti-hentinya razia agar PGOT terus berkurang,” katanya.

Fajar mengatakan dalam razia PGOT pihaknya melibatkan dinas terkait dan juga pihak Kepolisian. Hal itu dilakukan agar razia lebih efektif dan bisa memberikan efek jera.

Sejumlah titik yang menjadi rawan PGOT mengalami perkembangan dari tahun ke tahun. Bahkan modus PGOT pun bermacam-macam jenisnya, seperti yang lagi viral adalah manusia Silver.

Baca Juga :   Satpol PP Gelar Sidak Ke Tempat Kos Tak Berizin

“PGOT banyak ditemui di daerah Jrakah, Kawasan Kota Lama, Jalan Majapahit, ADA Banyumanik, Kaligarang, Kampung Kali dan jalan protokol lainnya,” bebernya. (*)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here