Kosike Kera Sakti, Perpaduan Olahraga Kungfu dan Karate Asli Magelang

Kosike Kera Sakti, Perpaduan Olahraga Kungfu dan Karate Asli Magelang
Foto: Anggota olahraga bela diri Kosike Kera Sakti mengikuti latihan gabungan di Japunan Mertoyudan Magelang/beritamagelang.id

Magelang, Suryamedia.idKosike Kera Sakti merupakan salah satu cabang olahraga bela diri yang berasal dari Magelang. Olahraga ini merupakan perpaduan Kungfu dan karate.

Gerakannya juga diterjemahkan menjadi gerakan Indonesia. Sehingga mudah dimengerti oleh masyarakat Magelang.

“Sehingga mudah dimengerti gerakannya karena guru besarnya orang Magelang, yaitu Pak Niko S Marno, dan bisa dikatakan Kosike merupakan olahraga bela diri asli Magelang sejak tahun 1971,” ucap Ketua Umum Kosike Indonesia, Agus Prastiyono, Minggu (17/10) saat latihan gabungan Magelang Raya, di Japunan Danurejo Mertoyudan.

Sedangkan pada latihan gabungan yang dilakukan diantaranya bertujuan untuk mempelajari dasar Kungfu tradisional. Selain itu juga pengangkatan Dewan Kehormatan. Kegiatan ini diikuti seluruh cabang Magelang Raya.

Kosike bergabung dalam Wushu Indonesia, ke depan juga akan bergabung dengan Aliansi Kungfu Tradisional (Akti). Wushu sejalur dengan KONI.

“Sedangkan Akti sejalur dengan Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia. Dan kegiatan ini bertujuan untuk persiapan hal tersebut,” terang Agus.

Cabang Kosike Kera Sakti, tersebar di Borobudur, Muntilan, Blabak (dua cabang) Mertoyudan (Manggoran Bintaro), Candimulyo, Grabag Pingit, Canguk dan Jl. Pemuda, serta Balai Desa Nambangan. Sedangkan luar daerah ada di Kebumen dan Surabaya.

Baca Juga :   News Grafis : Bupati Demak Hadiri Sertijab dan Pelantikan Pengurus PKK

Adapun syarat untuk bergabung diantaranya berbadan sehat, mulai dari kelas PAUD/TK mulai pengenalan. Biasanya latihan pada hari Minggu pagi hampir semuanya dan Sabtu sore. Masing-masing cabang beranggotakan sekitar 20 hingga 50 orang anggota. Ada 90 sampai 100 orang di Grabag dan Blabak.

“Banyak manfaatnya untuk kesehatan, selain untuk belajar bela diri, juga diajarkan sanchi atau ilmu pernafasan untuk melancarkan aliran darah atau chi dalam tubuh kita,” jelas Agus. (*)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here