Wagub Jateng: Masyarakat Masih Bandel Dilockdown Saja

Wagub Jateng: Masyarakat Masih Bandel Dilockdown Saja
Foto: Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen/jatengprov.go.id

Brebes, Suryamedia.idWarga yang bandel tak terapkan protokol Kesehatan ( prokes) dan juga enggan melakukan vaksinasi, maka agar sebaiknya dilockdown.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen saat meninjau Desa Rengas Pendawa, Brebes, sebagai desa dampingan.

Pada kesempatan tersebut, Gus Yasin juga berpesan kepada Bupati Brebes, Idza Priyanti untuk terus meningkatkan vaksinasi kepada warga. Selain melindungi masyarakat dari sebaran Covid-19, vaksinasi juga bisa menjadikan ruang kerja pemda menjadi lebih nyaman.

“Saya harap kita bisa bekerja sama, dan kita genjot vaksinasi sehingga ruang lingkup, ruang kerja kita lebih nyaman. Dan saya titip, kalau ada ( warga di) kecamatan yang tidak mau divaksin, atau masyarakatnya masih bandel, di- lockdown saja,” katanya, Rabu (27/10/ 2021).

Vaksinasi juga menjadi salah satu syarat untuk menyelenggarakan pembelajaran tatap muka ( PTM). Sehingga jika vaksinasi belum optimal, maka ia menyarankan agar PTM ditunda terlebih dahulu.

“Salah satu aturan untuk PTM itu adalah sudah divaksin. Kalau daerahnya masih belum vaksinasi, nggak usah sekolah dulu, nggak usah ada sekolah tatap muka langsung,” tegasnya.

Baca Juga :   Banjir Pantura Jateng Jadi Prioritas Penanganan Nasional

Tak hanya itu, Gus Yasin juga meminta Bupati Idza agar melaporkan vaksinasi dan penanganan kemiskinan ekstrem di wilayahnya setiap pekan.

Sementara itu, Bupati Brebes Idza Priyanti, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Wakil Gubernur Jawa Tengah atas dukungan dan bantuannya pada Brebes.

Dia melaporkan sejak Sabtu (23/10/ 2021) lalu hingga Sabtu (30/10/ 2021) mendatang, jajarannya sudah melakukan vaksinasi keluarga secara serentak di 292 desa, dan lima kelurahan. Selain itu, pihaknya juga mendapat alokasi vaksin dari Kepala BKKBN Pusat sebanyak 782 ribu dosis.

“Jadi setelah yang tujuh hari dengan dosis 200 ribu selesai, terus nanti dari kepala BKKBN sampai 782 ribu (dosis), insyaallah kita akan menuju level satu. Mari kita genjot dan sosialisasi vaksin ini biar Covid-19 di Brebes mereda dan ekonomi kita bangkit,” kata dia.

Idza menambahkan, sesuai data BPS dan Provinsi Jateng, Brebes mengalami miskin ekstrem yang ada di 286 desa dari 292 desa dan lima kelurahan. Seperti yang disampaikan Wakil Presiden, Ma’ruf Amin, di wilayah miskin ekstrem itu, sebanyak 25 desa pada lima kecamatan di Brebes akan mendapat bantuan.

Baca Juga :   Rokok Bodong Kembali Ditemukan di Kabupaten Demak

“Untuk lima kecamatan, Larangan, Pertanggungan, Bulakamba, Losari, Bantarkawung. Ini saya laporkan biar warga tahu seperti apa yang harus kita tuntaskan, agar masyarakat sejahtera,” tutupnya. (*)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini