BPJS Dukung Keberlanjutan Program JKN-KIS

BPJS Dukung Keberlanjutan Program JKN-KIS
Foto: Webinar Workshop dan Anugerah Lomba Karya Jurnalistik BPJS Kesehatan 2021, Jumat (29/10/2021)

Pati, Suryamedia.id – Direktur Perluasan dan Pelayanan Peserta BPJS Kesehatan, David Bangun mengungkapkan Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) berkeinginan semua pihak untuk dapat mendukung keberlanjutan yang positif berkaitan dengan program layanan Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat ( JKN-KIS) di tengah pandemi covid-19.

Hal itu menyusul, semakin meningkatnya jumlah kepesertaan disetiap tahunnya secara signifikan. Bahkan kenaikan hingga akhir bulan Agustus lalu, peserta BPJS Kesehatan sudah mencapai 226. 301 juta jiwa.

“Tingkat kepuasan kepesertaan JKN-KIS pada 2020 lalu ini telah mencakup 81,5% dan diharapkan naik ke angka 82,5% pada 2021. Untuk itu fokus utama BPJS Kesehatan pada 2021 melakukan penguatan standarisasi layanan secara nasional di seluruh satuan kerja dan fasilitas kesehatan yang bekerjasama. Optimalisasi layanan digital di seluruh titik layanan, peningkatan akurasi data kepesertaan, serta peningkatan inovasi layanan kepada peserta,” ujarnya dalam Webinar Workshop dan Anugerah Lomba Karya Jurnalistik BPJS Kesehatan 2021, Jumat (29/10/ 2021).

David Bangun juga membeberkan jika peningkatan tersebut diikuti dengan tren pertumbuhan kepesertaan yang rata-rata penambahan peserta 7,74%/tahun. Total peserta JKN-KIS per 30 Oktober 2021 mencapai 226,301 juta jiwa lebih.

Baca Juga :   Dinsos Pati Masih Temukan Permasalahan Akurasi Data Penerima Bansos

“Namun perlu diketahui bersama, efek dari dampak covid-19 pada 2020 lalu sempat turun. Namun diharapkan kembali naik pada 2021 ini,” jelasnya.

Sementara itu, salah satu Anggota Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN), Muttaqien mengatakan, jika cakupan kepesertaan JKN-KIS berdasarkan sismonev DJSN hingga Agustus 2021, baru sekitar 83,4% dari total penduduk Indonesia atau sekitar 225,964 juta jiwa.

“Tentu ini masih di bawah target yang pada tahun 2021 cakupan peserta 85% atau 272,248 juta jiwa. Untuk mencapai target cakupan minimal 98% atau 279,965 juta jiwa, perlu rencana strategis yang sistematis dan terukur, dan mengurangi peserta yang non-aktif,” ujarnya menjelaskan. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here