Sekolah Perempuan, Sarana Edukasi Bagi Penghuni Lokalisasi

Batang, Mitrapost.com – Sekolah Perempuan yang sudah berdiri sejak tahun 2017 di resosialisasi Penundan Kecamatan Banyuputih, Batang, Jawa Tengah ini bertujuan untuk memberikan edukasi bagi penghuni lokalisasi.

Pengurus Resosialisasi Penundan Yanto menjelaskan, sekolah untuk penghuni lokalisasi ini sudah berdiri sejak tahun 2017. Pendirinya adalah pengurus lokalisasi dan LSM Forum Komunikasi Peduli Batang (FKPB) serta Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Kabupaten Batang. Awalnya, materi yang diajarkan untuk peserta didik adalah kesehatan dan bahaya virus HIV/AIDS.

“Sekolah perempuan yang ada disini sudah sejak 2017 yang diinisiasi oleh LSM FKPB dan KPA Kabupaten Batang dan ini sangat bermanfaat bagi kami serta para penghuni resos,” katanya, saat ditemui di Aula Pertemuan, Desa Penundan, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Batang, Kamis (11/11/2021).

Sekretaris KPA Batang Mudhofir mengatakan, di masa pandemi seperti ini kesehatan harus tetap dijaga, khususnya HIV/AIDS.

Ia juga berpesan kepada peserta didik untuk bisa memberikan informasi seputar HIV kepada teman yang belum hadir di sekolah tersebut.

Baca Juga :   RSI PKU Muhammadiyah Batang Akan Beroperasi 2023

“Kegiatan sekolah perempuan ini harus tetap berjalan, karena hal ini sangat penting bagi kita semua khususnya dalam hal penanggulangan HIV,” jelasnya.

Salah satu peserta Dewi, menilai sangat banyak manfaat ikut sekolah setiap bulan di lokalisasi itu. Ia bisa mengetahui jenis penyakit menular, terutama HIV/AIDS.

Selain itu, ia juga mendapat tambahan ilmu tentang undang-undang kekerasan dalam rumah tangga.

“Pernah juga, kami mendapat pelajaran keterampilan,” ungkapnya.

Sementara, relawan FKPB Batang Lathifah, mengaku sekolah perempuan yang sudah berjalan 3 tahun ini sebagai upaya memberikan bekal keahlian dan pemahaman khususnya pemahanan terkait HIV AIDS kepada para penghuni resos.

“Kegiatan ini sudah berjalan 3 tahun namun di masa pandemi agak terganggu, dan mulai berjalan lagi dengan respon yang sangat baik dari para peserta dan pengurus resos,” terangnya.

Senada dengan Latifah, Sekretaris KPA Kabupaten Batang, Mudhofir, mengaku senang dengan adanya sekolah perempuan ini, karena dapat memberikan bekal ketrampilan bagi para penghuni resos, cek kesehatan serta dapat membekali mereka dengan informasi seputar bahaya HIV AIDS. (*)

Baca Juga :   Exit Tol Kaligawe Mulai Terendam Banjir

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *