Permintaan Kian Meningkat, Petani Jamur Tak Mampu Penuhi Permintaan Pasar

Permintaan Kian Meningkat, Petani Jamur Tak Mampu Penuhi Permintaan Pasar
Foto: Salah satu petani jamur di Magelang/beritamagelang.id

Magelang, Mitrapost.com – Permintaan jamur kini kian meningkat, petani Jamur di Magelang pun kewalahan. Bahkan para petani sudah membentuk asosiasi, namun tetap tak bisa memenuhi permintaan pasar.

Permintaan pasar jamur tiram di wilayah Magelang cukup tinggi, yakni mencapai 500 ton lebih setiap minggunya. Sedangkan produksi jamur tiram dari para petani hanya sekitar 50 kilogram per hari.

Wakil Ketua Assosiasi Jamur Magelang Raya, Nur Yudi, dalam pertemuan dengan petani Jamur di Desa Gumelem, Pakis Kabupaten Magelang, (14/11) mengatakan, salah satu kendala tidak tercukupinya kebutuhan jamur tiram tersebut yakni faktor cuaca yang kurang menentu. Bila terlalu panas atau terlalu basah sangat mempengaruhi pertumbuhan jamur.

“Jika suhu terlalu lembab maka jamur akan basah dan tidak bisa tahan lama. Sebaliknya, jika suhu terlalu panas maka jamur akan kering dan berwarna kekuningan,” katanya.

Ia menjelaskan, meskipun sudah terbentuk asosiasi petani jamur yang tersebar di 13 kecamatan di Kabupaten Magelang, hingga saat ini para petani masih kewalahan untuk mencukupinya.

Baca Juga :   Taman Air Kalibening Magelang Kembali Dibuka

“Jumlah petani jamur yang ikut assosiasi sekitar 200 orang. Masih banyak yang belum ikut asosiasi,” terangnya.

Nur Yudi menjelaskan, setelah satu tahun berdiri, Asosiasi Jamur Magelang Raya juga telah berhasil mengembangkan bibit jamur sendiri. Salah satunya, berhasil mengembangkan bibit jamur tiram coklat dengan cara kultur jaringan. Selain itu, petani juga menanam jamur tiram putih dan jamur kuping.

“Namun, penjualan jamur kuping yang harus kering, kendalanya di saat musim penghujan seperti saat ini,” ujarnya.

Kepala Seksi Kelembagaan dan Promosi pada Dinas Pertanian dan Pangan, Kabupaten Magelang, Budi Setiyo mengatakan, saat ini kebutuhan jamur di wilayah Magelang mencapai 50 kilogram per hari. Sehingga produksi dari petani jamur yang ada di wilayah Kabupaten Magelang belum bisa mencukupi.

Ia menambahkan, meskipun produksi jamur tersebut belum bisa mencukupi kebutuhan, beberapa investor dari luar daerah juga tertarik bekerja sama dengan para petani jamur dari Asosiasi Jamur Magelang Raya.

Selain itu, pihaknya juga mendorong para petani jamur yang ada di Kabupaten Magelang untuk bisa mengembangkan jamur unggulan yang nantinya bisa menjadi produk unggulan dari Kabupaten Magelang. (*)

Baca Juga :   Anak Usia di Bawah 12 Tahun Belum Diperbolehkan Masuki Mal

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini