Kearifan Lokal Merti Kali, Jaga Kelestarian Sungai

Kearifan Lokal Merti Kali, Jaga Kelestarian Sungai
Foto: warga Kampung Gendeng, Kelurahan Baciro, Kemantren Gondokusuman, Kota Yogyakarta menggelar merti kali pada Minggu (21/11/2021)/warta.jogjakota.go.id

Yogyakarta, Suryamedia.idWarga kampung Gendeng, Kelurahan Baciro, Kemantren Gondokusuman, Kota Yogyakarta telah menggelar Merti Kali pada Minggu (21/11/ 2021).

Kegiatan bertujuan untuk melestarikan budaya dan juga untuk menjaga kelestarian sungai/kali, sehingga diharapkan akan memberikan manfaat bagi masyarakat setempat.

Ketua panitia merti kali, Joko Budi Santosa menuturkan, selain untuk melestarikan budaya, kegiatan tersebut juga bertujuan untuk menjaga kearifan lokal di tengah arus perubahan yang kian cepat.

“Ini adalah kegiatan kebudayaan yang dimaksudkan untuk membangun kesadaran masyarakat dalam pelestarian lingkungan sungai, dalam hal ini adalah sungai gajahwong,” bebernya di lokasi, Minggu (21/11/ 2021).

Melalui merti kali tersebut, Ia mengajak seluruh warga di sepanjang bantaran sungai serius melakukan usaha-usaha konservasi/pelestarian sungai.

Pihaknya pun bersama warga setempat berkomitmen untuk selalu mejaga kebersihan dan kelestarian sungai Gajahwong.

“Penghijauan kembali bantaran sungai, pengelolaan sampah di pinggir sungai, pengelolaan limbah cair dari rumah tangga, dan menabur benih ikan merupakan aksi nyata konservasi sungai,” katanya.

Baca Juga :   YoGowes Monalisa Berakhir di Taman Makam Pahlawan

Sementara itu Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi mengapresiasi kegiatan merti kali tersebut, karena menurutnya, peran serta masyarakat adalah sangat penting. Karena selama ini, manusia ditengarai sebagai pengambil manfaat terbesar dari sungai.

“Peningkatan kepedulian masyarakat, khususnya masyarakat di seputar sungai adalah dengan kepedulian untuk memberikan dan melestarikan sungai, seperti tidak membuang sampah di sungai, mengambil binatang-binatang sungai ataupun melakukan tindakan merusak habitat sungai, karena itu adalah awal dari timbulnya bencana banjir dan longsor di sungai,” jelasnya.

Wawali mengungkapkan, sungai merupakan salah satu bentuk ekosistem dimana terjadi hubungan timbal balik antara makhluk hidup dan lingkungannya yang saling mempengaruhi dan saling membutuhkan.

“Kali Gajahwong juga merupakan salah satu sumber daya alam yang banyak dimanfaatkan bagi warga Kota Yogya, oleh karena itu, perlu adanya kesadaran masyarakat untuk memanfaatkan sumber daya alam secara sustainable dengan mempertimbangkan kondisi dan keseimbangan lingkungan,” tuturnya.

Pihaknya mengungkap, kegiatan merti kali atau kegiatan-kegiatan lain yang berhubungan dengan upaya pelestarian lingkungan sungai harus terus dilestarikan.

Baca Juga :   Lestarikan Wayang dan Batik, Kundha Kabudayan Yogyakarta Gelar Perayaan Rumaket

“Kegiatan ini menjadi semangat dalam menjaga kelestarian sungai sekaligus sebagai inspirasi masyarakat luas untuk menjaga kelestarian sungai,” ucapnya.

Karenanya, lanjutnya, tujuan merti kali adalah untuk mengajak warga sepanjang bantaran sungai untuk menjaga kelestarian sungai dan mata airnya.

“Dengan harapan agar warga sekitar sungai tetap aman dan hidup rukun dengan sungai,” ujarnya. (*)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here