Daur Ulang Pemanfaatan Sampah Dapur Menjadi Eco Enzym

Daur Ulang Pemanfaatan Sampah Dapur Menjadi Eco Enzym
Foto: warga Kelurahan Karangwaru mengadakan pelatihan mengolah sampah dengan pembuatan eco enzym. Kegiatan ini bertempat di Karangwaru Riverside, Minggu (21/11)/warta.jogjakota.go.id

Yogyakarta, Suryamedia.idSampah dapur seperti sisa sayuran segar dan kulit buah-buahan, bisa diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat.

Dalam rangka pemanfaatan sampah rumah tangga, warga Kelurahan Karangwaru mengadakan pelatihan mengolah sampah dengan pembuatan eco enzym. Kegiatan ini bertempat di Karangwaru Riverside, Minggu (21/11). Kegiatan tersebut dilakukan dengan menggandeng warga untuk mengolah sisa sayuran segar dan kulit buah-buahan menjadi eco enzym.

Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi mengatakan, saat ini sampah dapur tidak hanya sebagai sampah, namun bisa dijadikan bermanfaat yang sangat berguna. Sisa sampah tersebut dapat menghasilkan seperti sabun, pemutih, sabun cuci piring, lerak atau sabun untuk kain batik, hand sanitizer dan masih banyak lagi.

Hal ini yang dilakukan warga Karangwaru dimana limbah rumah tangga tersebut difermentasi terlebih dahulu untuk menjadi cairan yang bermanfaat.

“Sekarang sampah tidak ada yang dibuang, sampah dari sayuran dan buah-buahan dapat dijadikan sesuatu yang bermanfaat. Kalau diolah dengan benar dan tentunya dengan kesabaran saat melalui proses pembuatannya,” ujarnya.

Baca Juga :   Pemkot Yogyakarta Lestarikan Budaya Wayang Melalui Fotografi

Proses pembuatan eco enzyme sendiri dimulai dari pengumpulan sisa sayuran dan kulit buah yang masih sangat segar, kemudian dicuci bersih dan dipotong menjadi kecil-kecil. Kemudian, tambahkan tetes tebu atau bisa juga diganti dengan gula jawa atau gula aren dan kemudian ditambah air PAM yang sudah diendapkan selama 24 jam.

“Saya salut semangat para warga ini sangat luar biasa. Semua semangat dalam mendapatkan ilmu yang bermanfaat dan barokah. Bersama-sama menjaga alam agar lingkungan nyaman bagi semua,” jelasnya.

Heroe berharap, ke depannya warga Karangwaru ini dapat mengajak para ibu-ibu lainnya untuk membuat eco enzym bersama. Semakin banyak yang membuat eco enzyme, maka akan semakin banyak masyarakat Kota Yogyakarta, yang menggeluti pengolahan sampah sebagai pupuk organik.

“Manfaat yang didapat tidak hanya akan dirasakan warga karangwaru saja, saya sendiri di rumah juga menggunakan eco enzym ini sejak lama. Yang digunakan seperti sabun, detergen, dan lain sebagainya juga saya pakai sendiri bersama keluarga. Ini memang sangat bermanfaat dan dapat menghemat biaya pengeluaran bulanan,” jelasnya.

Baca Juga :   PT KAI Perketat Aturan Perjalanan Jarak Jauh

Heroe berharap, langkah kecil yang dilakukan saat ini dapat berpengaruh besar. Serta diharapkan, dengan kegiatan ini dapat mengurangi obat kimia sintetis, juga menghasilkan pupuk padat dan cair dari rumah- rumah warga. (*)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here