Tingkatkan Pelayanan, Pemkot Semarang Siapkan Rumah Sakit Khusus Pasien BPJS

Tingkatkan Pelayanan, Pemkot Semarang Siapkan Rumah Sakit Khusus Pasien BPJS
Foto: Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi melakukan peninjauan langsung pada lokasi pembangunan RSUD tipe D Mijen tersebut, Selasa (23/11)/semarangkota.go.id

Semarang, Suryamedia.id – Pemerintah kota Semarang menyiapkan rumah sakit khusus pasien BPJS Kesehatan. Hal tersebut berkaitan dengan suksesnya kota Semarang menjadi salah satu daerah di Indonesia dalam mewujudkan program berobat gratis bagi masyarakat.

Di bawah kepemimpinan Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, warga di ibu kota Jawa Tengah bisa memanfaatkan program UHC (Universal Health Coverage), untuk mengakses pelayanan kesehatan gratis, yang merupakan hasil sinergi antara Pemerintah Kota Semarang dengan dengan BPJS Kesehatan.

Saat ini Hendi, sapaan akrabnya, juga tengah fokus pada upaya peningkatan kapasitas pelayanan kesehatan yang diberikan. Untuk itu, saat ini Pemerintah Kota Semarang tengah berupaya mengoperasikan sebuah Rumah Sakit Umum Daerah ( RSUD) baru dengan tipe D. Rumah sakit yang dibangun di daerah Mijen tersebut, nantinya akan dimaksimalkan untuk melayanai pasien BPJS di Kota Semarang.

Meski pembangunannya sempat tertunda, pembangunan RSUD tipe D di daerah Mijen oleh Pemerintah Kota Semarang, rupanya terus mengupayakan rumah sakit tersebut untuk bisa segera beroperasi.

Oleh karena itu, Pemerintah Kota Semarang akan berupaya mendorong percepatan pembangunan rumah sakit yang saat ini progres pembangunannya diperkirakan telah mencapai 65% itu. Hendi pun melakukan peninjauan langsung pada lokasi pembangunan RSUD tipe D Mijen tersebut, Selasa (23/11).

Baca Juga :   Pemprov Bantu Penanganan Covid-19 di Kudus

Secara khusus Hendi menuturkan, keputusan memproyeksikan RSUD tipe D Mijen sebagai rumah sakit untuk pasien BPJS bukanlah tanpa alasan. Dirinya meyakini bahwa saat ini sebagian besar masyarakat di Kota Semarang menggunakan BPJS, sehingga diperlukan sebuah fasilitas kesehatan yang didedikasikan untuk pengguna BPJS itu sendiri.

“Langkah tersebut diambil karena sebagian besar masyarakat di Semarang sudah menggunakan BPJS sebagai layanan kesehatan,” terangnya.

Hendi menjelaskan, dalam pengoperasiannnya, pelayanan RSUD tipe D Mijen akan didukung oleh fasilitas 70 tempat tidur rawat inap, yang kemudian diharapkan dengan jumlah tersebut, kapasistas pelayanan kesehatan di Kota Semarang dapat semakin meningkat, terkhusus dalam melayani pasien BPJS.

“Rencananya rumah sakit di Mijen ini akan dilengkapi 35 tempat tidur kelas 3, 32 tempat tidur kelas 2, 2 tempat tidur kelas 1, dan 1 tempat tidur kelas VIP dengan standar Rumah Sakit tipe D,” jelas Hendi.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Penataan Ruang (Distaru) Kota Semarang, Irwansyah, yang dalam kesempatan itu hadir mendampingin Hendi, mengungkapkan jika pagu anggaran pembangunan RSUD Mijen tahap dua adalah senilai Rp22,8 miliar, yang kemudian Jika ditotal dengan pembangunan tahap pertama pada 2019 lalu, pembangunan RSUD Mijen menelan anggaran Rp32,8 miliar.

Baca Juga :   News Grafis : Wali Kota Semarang Ajak PNS Belanja di Pasar Johar

“Pada tahap pertama 2019 lalu, proyek RSUD Mijen telah sampai pada pembangunan struktur lantai 1 hingga lantai 4. Mudah-mudahan pada Desember nanti sebagian besar sudah bisa difungsikan,” harap Irwansyah.

“Dan untuk pembangunannya juga telah sesuai ketentuan dan standar Kementerian Kesehatan, mulai dari aksesibilitas yang mudah, ruangan yang nyaman, hingga besaran sesuai dengan standar,” tekannya. (*)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here