Kabupaten Jepara Targetkan Pengentasan Anak Tidak Sekolah di 2025

Kabupaten Jepara Targetkan Pengentasan Anak Tidak Sekolah di 2025
Foto: Bupati Jepara Dian Kristiandi menyerahkan laptop kepada salah satu anak putus sekolah, pemimpin ikrar anak Indonesia, Putri Pratama Trisnawarli/jatengprov.go.id

Jepara, Suryamedia.id – Kabupaten Jepara menargetkan pengentasa anak tidak sekolah (ATS) pada tahun 2025.

Hal tersebut disampaikan Bupati Jepara Dian Kristiandi saat meluncurkan gerakan Yuk Sekolah Maneh, di Pendapa Kartini, Selasa (7/12/ 2021). Menurutnya, banyak faktor yang menyebabkan ATS. Di antaranya adalah faktor ekonomi, pernikahan usia dini, atau faktor sosial budaya.

“Saya tegaskan, dalam kurun waktu empat tahun ke depan sampai tahun 2025, di seluruh desa, anak tidak sekolah harus dientaskan,” tegas bupati, yang akrab disapa Andi.

Disampaikan, diperlukan adanya penanganan khusus untuk mengentaskan masalah pendidikan tersebut. Salah satunya melalui pemberian beasiswa dan program kejar paket.

“Semua stakeholder harus bersama-sama mengentaskan anak putus sekolah di Jepara. Perangkat daerah harus benar-benar melakukan pendampingan, pembimbingan, dan pemantauan, agar anak- anak kita menyelasaikan sekolahnya,” terangnya.

Diharapkan, melalui kolaborasi lintas sektor, permasalahan ATS di Jepara dapat ditangani secara komprehensif, berkelanjutan. Dengan demikian, sasaran dan target penanganan ATS di Jepara, melalui gerakan Yuk Sekolah Maneh akan berhasil secara optimal.

Baca Juga :   News Grafis : Muncul Klaster Sekolah di Jepara, Bupati Evaluasi PTM

Pada kesempatan tersebut, bupati juga menyerahkan beasiswa kepada 14 orang anak tidak sekolah. Beasiswa yang diberikan merupakan bantuan dari pemerintah dan Corporate Social Responsibility (CSR).

Selain beasiswa, Andi juga menyerahkan laptop kepada salah satu anak putus sekolah, pemimpin ikrar anak Indonesia, Putri Pratama Trisnawarli. Putri mengaku senang, karena berkesempatan menerima laptop dari bupati.

“Saya terpaksa putus sekolah di awal pandemi, karena kondisi ekonomi keluarga yang terganggu akibat pandemi,” katanya.

Disampaikan, untuk membantu perekonomian keluarganya, dia bekerja menjaga toko. Sehingga, dalam program Yuk Sekolah Maneh, ia memilih melanjutkan sekolah melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) atau paket C.

Education Officer Unicef Yuanita M Nagel menyampaikan, empat desa di Kabupaten Jepara mendapat pendampingan dalam penanganan anak tidak sekolah (P-ATS). Yakni, Desa Nalumsari, Tegalsambi, Tulakan, dan Tubanan. Namun, tidak menutup kemungkinan desa yang didampingi akan bertambah jumlahnya.

“Program pendampingan ini akan kita jalankan sampai Juni 2022. Kami membantu pilot project. Tapi harapannya, nanti Pemerintah Jepara bisa melanjutkan,” kata Yuanita. (*)

Baca Juga :   Marak Terjadi Tindak Kejahatan Pencabulan di Jepara

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini