Perkosa Santri, Kemenag Tutup Pesantren Dibawah Asuhan Herry Wirawan

Perkosa Santri, Kemenag Tutup Pesantren Dibawah Asuhan Herry Wirawan
Foto; Dirjen Pendidikan Islam M Ali Ramdhani/PMJ News

Suryamedia.id – Setelah pimpinan melakukan pemerkosaan terhadap sejumlah santri, Kementerian Agama (Kemenag) mencabut izin operasional Pesantren Manarul Huda Antapani, Bandung, Jawa Barat.

Kasus viral tersebut lantas mencoreng nama baik pesantren yang selama ini dikenal sebagai lembaga pendidikan Islam yang patuh pada nilai-nilai agama dan ajarannya.

Selain itu, Pesantren Tahfidz Quran Almadani yang juga diasuh Herry Wirawan ditutup. Hal tersebut juga dikarenakan, lembaga ini belum memiliki izin operasional dari Kementerian Agama.

Dirjen Pendidikan Islam M Ali Ramdhani mengatakan, pemerkosaan adalah tindakan kriminal. Kemenag pun mendukung langkah hukum yang telah diambil pihak kepolisian.

Sebagai regulator, Kemenag memiliki kuasa administratif untuk membatasi ruang gerak lembaga yang melakukan pelanggaran berat seperti ini.

“Kita telah mengambil langkah administratif, mencabut izin operasional pesantren tersebut,” kata Ramdhani di Jakarta, Jumat (10/12/ 2021).

Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag, Waryono mengungkapkan, pihaknya sejak awal telah mengawal kasus ini, serta berkoordinasi dengan Polda Jawa Barat dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Jawa Barat.

Baca Juga :   22 Korban Meninggal Dunia dalam Erupsi Gunung Semeru

Adapun langkah pertama yang sudah diambil adalah dengan menutup dan menghentikan kegiatan belajar mengajar di lembaga pesantren tersebut.

Kemenag juga langsung memulangkan seluruh santri ke daerah asal masing-masing. Serta membantu mereka untuk mendapatkan sekolah lain untuk melanjutkan pembelajaran.

Dalam hal ini, Kemenag bersinergi dengan madrasah-madrasah di lingkup Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama. (*)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini