Akhir Tahun, Daerah di Jateng Diminta Lakukan Percepatan Vaksinasi

Akhir Tahun, Daerah di Jateng Diminta Lakukan Percepatan Vaksinasi
Foto: rapat penanganan Covid di Ruang Rapat Gedung A Lantai 2 Kantor Gubernur, Senin (13/12/2021)/jatengprov.go.id

Semarang, Suryamedia.id – Menjelang akhir tahun 2021, daerah di Jawa Tengah diminta untuk melakukan percepatan vaksinasi.

Selain itu, pemerintah kabupaten/Kota diminta untuk Menyusun strategi percepatan mulai Senin (13/12/ 2021). Hal tersebut disampaikan oleh gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

“Jadi beberapa kabupaten/ kota khususnya kabupaten yang belum, ya masih ada yang 60 persen (jumlah vaksin). Kita genjot karena kita ada catatan, masyarakat umum, ada lansia, ada PR baru anak- anak sekolah. Maka tadi kita minta, per hari ini mereka menyusun strategi percepatan,” kata Ganjar, seusai rapat penanganan Covid di Ruang Rapat Gedung A Lantai 2 Kantor Gubernur, Senin (13/12/ 2021).

Menurutnya, vaksinasi di kabupaten/ kota masih banyak yang belum 100 persen. Rata-rata, vaksinasi kabupaten/kota baru mencapai 70 persen. Bahkan, terdapat tiga kabupaten yang mendapatkan pemantauan pemprov, yaitu Kabupaten Brebes, Tegal, dan Pemalang. Namun, berdasarkan KTP, di daerah itu sudah 70 persen sasaran tervaksin.

Berdasarkan domisili tersebut, pihaknya akan melakukan penghitungan ulang sekaligus percepatan, agar bisa mencapai 100 persen pada akhir tahun.

Baca Juga :   7 Instruksi Ganjar Tekan Kasus Covid-19 di Jateng

Pemprov pun akan menggenjot vaksinasi, termasuk mengerahkan lima unit bus vaksin ke seluruh daerah di Jateng.

“Makanya kita genjot untuk kita bantu. Bus kita itu untuk vaksin ada lima unit. Kemarin tim Dinkes Provinsi itu membantu di kabupaten/kota yang tiga utama itu. Dari Brebes, Pemalang, dan Tegal,” terang Ganjar.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jateng Yulianto Prabowo mengatakan, yang perlu menjadi perhatian kabupaten/ kota adalah penambahan jumlah faskes yang mampu melakukan vaksin.

“Supaya beban per faskes secara harian itu tidak terlalu berat. Nah, menambah jumlah faskes yang mampu vaksin itu, seperti yang disampaikan Pak Gubernur, mungkin minta bantuan TNI, Polri, dan sebagainya,” ucap Yulianto.

Pihaknya juga memberikan solusi agar faskes swasta juga dilatih melakukan penyuntikan vaksin, lalu disiapkan sarana dan prasarana agar bisa membantu pelayanan vaksinasi. Karena pelayanan vaksinasi tidak hanya berhenti di akhir Desember, namun juga masih terus berlanjut.

“Jadi faskes-faskes entah itu rumah sakit swasta, entah itu klinik-klinik swasta atau balai-balai kesehatan yang selama ini belum melaksanakan vaksinasi, untuk disiapkan. Sehingga nanti kalau dikeroyok simultan ini, nanti selesai. Provinsi juga siap, dan selama ini sudah jalan,” ujarnya. (*)

Baca Juga :   182 Atlet Pencak Silat dari 7 Provinsi Ikuti Kejurnas Piala Walikota Tegal ke-II

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini