Lonjakan Kasus Covid-19 Diprediksi Hingga Februari 2022

Lonjakan Kasus Covid-19 Diprediksi Hingga Februari 2022
Foto: Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang, Moh Abdul Hakam/semarangkota.go.id

Semarang, Suryamedia.id – Lonjakan kasus Covid-19 di kota Semarang diprediksi berlangsung hingga bulan Februari 2022.

Sebelumnya, di kota Semarang telah dinyatakan zero Covid-19, namun setelahnya terus mengalami kenaikan kasus, meski dengan jumlah yang tidak banyak.

Kepala Dinas Kesehatan ( Dinkes) Kota Semarang, Moh Abdul Hakam memprediksi, lonjakan kasus Covid-19 di Kota Lunpia akan terjadi hingga Februari mendatang. Prediksi ini dengan melihat angka kasus pada 2020 dan 2021, cakupan vaksinasi, dan protokol kesehatan.

“Kami punya prediksi kasus Covid-19 di Semarang by mesin learning, peningkatan Covid sampai akhir Februari. Prediksi ini, kami melihat kasus pada 2020 dan 2021, cakupan vaksin lebih dari 6 bulan kami ikutkan, dan prokes. Mudah-mudahan ini bisa kami tekan,” jelas Hakam.

Sedangkan dari sisi tempat isolasi, Hakam menyebutkan, Kota Semarang memiliki fasilitas kesehatan yang cukup banyak. Terdapat 20 rumah sakit yang melayani pasien Covid-19.

Saat ini, tercatat sekitar 10 pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit. Pihaknya pun sudah mewanti-wanti rumah sakit untuk menyiapkan kembali tempat isolasi, obat-obatan, dan oksigen. Begitu pula tempat isolasi terpusat di rumah dinas Wali Kota Semarang.

Baca Juga :   Ganjar Jadi Ketum Indonesiapersada.id, Radio dan TV Daerah Siap Rebranding

“Yang di rumdin kapasitas 200. Yang di RS masuh tersedia sekitar 800 tempat tidur isolasi,” ucapnya.

Dia melanjutkan, penekanan kasus dilakukan dengan mendorong pasien yang menjalani isolasi mandiri untuk pindah ke isolasi terpusat, agar mendapatkan perawatan maksimal. Sampel virus pasien dengan CT value di bawah 30 akan dilakukan pemeriksaan whole genome sequencing (WGS) untuk mengetahui jenis virusnya.

Di sisi lain, dengan melakukan isolasi di tempat isolasi terpusat, diharapkan tidak menyebabkan penyebaran yang lebih luas terhadap kontak erat. Testing terhadap kontak erat juga terus dilakukan.

Menurutnya, hingga saat ini tidak ada klaster penyebaran Covid-19 yang besar meski kasus di ibu kota Jawa Tengah ini mengalami kenaikan. Klaster ditemukan hanya pada klaster keluarga. Mayoritas temuan kasus baru berasal dari pelaku perjalanan beserta kontak eratnya.

“Tidak ada klaster, klaster pun cuma keluarga. Temuan kebanyakan pelaku perjalanan. Mereka dari berpergian, kemuduan flu, dites ternyata positif. Selain itu, temuan kasus juga dari kontak erat,” terangnya.

Baca Juga :   18.519 Hektare Lahan Tembakau di Temanggung Siap Dipanen

Hakam menambahkan, upaya mendisiplinkan potokol kesehatan juga dilakukan dengan menggerakkan seluruh komponen masyarakat baik kelurahan, kecamatan, organisasi pemerintah daerah (OPD) terkait, dan seluruh stakeholder.

Vaksinasi booster atau dosis ketiga juga terus dimasifkan untuk menekan Covid-19 varian apapun. Hingga saat ini, vaksinasi booster baru di angka 100 ribu sasaran. Dinas Kesehatan menargerkan 250 ribu sasaran pada Januari.

Hakam menjelaskan, target belum bisa tercapai, lantaran tugas vaksinator masih dibagi untuk penyuntikan dosis kedua bagi anak usia 6 – 11 tahun.

“Teman-teman di puskesmas masih terbagi ke sekolah, kelurhaan, puskesmas. Mudah-mudahan awal Februari, kami bisa menggenjot full dosis ketiga,” paparnya. (*)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini