Mulai Minggu Depan, Malang Terapkan Pembelajaran Daring 100 Persen

Malang, Suryamedia.id – Mulai minggu depan, tepatnya pada Senin (14/2/2022), pemerintah kota (pemkot) Malang mulai pembelajaran daring 100 persen.

Hal ini dilakukan karena kasus Covid-19 di kota Malang semakin meningkat selama sepekan terakhir. Kebijakan ini sekaligus merubah aturan sebelumnya tentang pembelajaran tatap muka (PTM) 50 persen yang diberlakukan sejak 4 Februari 2022 lalu.

Wali Kota Malang Drs. H. Sutiaji menjelaskan, kebijakan ini telah dikaji secara cermat dan memperhatikan masukan pakar dari beberapa bidang keahlian. “Senin saya minta daring semua. Pertimbangannya kami ingin memutus mata rantai memperhatikan prediksi epidemiolog,” terang Sutiaji, Jumat (11/2/2022).

Sutiaji menuturkan bahwa kebijakan ini akan diberlakukan hingga kondisi kasus Covid-19 di kota Malang sudah kondusif, sehingga aman untuk Kembali menggelar PTM.

Selain itu, pertimbangan lain adalah sebagai upaya untuk menekan kasus penyebaran Covid-19, serta melakukan upaya pencegahan terhadap kelompok rentan.

Sutiaji juga mengungkapan akan menghubungi Kementerian Agama (Kemenag) untuk mengkomunikasikan penerapan kebijakan yang dimaksud, pada institusi pendidikan yang dikelola oleh Kemenag, seperti Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA).

Baca Juga :   Korban Tragedi Kanjuruhan Dipastikan Peroleh Pelayanan Medis Hingga Pulih Total

Menanggapi situasi dan arahan Wali Kota Malang, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang menanggapi arahan Wali Kota Malang dengan menerbitkan surat resmi yang ditujukan kepada seluruh satuan pendidikan di lingkungan Pemerintah Kota Malang.

Kepala Disdikbud Kota Malang Suwarjana, SE., MM menyampaikan, bahwa surat nomor 421/0713/35.73.401/2022 tanggal 11 Februari 2022 menjadi panduan bagi satuan pendidikan untuk menyiapkan pengaturan teknis menyambut kebijakan pembelajaran daring.

“Untuk teknis pengaturan jam pembelajaran kita serahkan ke masing-masing satuan pendidikan. Prinsip pembelajaran daring sesuai arahan bapak wali kota,” jelas Suwarjana.

Suwarjana berharap, orang tua dan wali murid juga aktif memantau perkembangan anak-anak saat mengikuti pembelajaran daring, baik dari sisi akademis maupun pencegahan kasus Covid-19. Hingga Kamis (10/2/2022), jumlah dalam pantauan tercatat 1.467 kasus atau naik 139 kasus dibanding hari sebelumnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *