Tradisi Tarawih Unik dari Berbagai Daerah

Tradisi Tarawih Unik dari Berbagai Daerah
Tradisi Tarawih Unik dari Berbagai Daerah/suara.com

Suryamedia.id Tarawih merupakan ibadah yang sunnah di bulan Ramadan. Namun pernahkan kamu menemui tradisi- tradisi unik tarawih dari berbagai daerah-daerah di Indonesia.

Beberapa tradisi tarawih di berbagai daerah ini mungkin ada salah satunya dari daerah kamu. Simaklah, tradisi tarawih unik di berbagai daerah di Indonesia berikut ini.

Pertama, tarawih dini hari di daerah Yogyakarta. Apabila Anda orang Yogyakarta, pasti pernha menemui tradisi ini.

Apabila biasanya tarawih dilakukan setelah kita menunaikan ibadah salat isya, di Yogyakarta tepatnya di Masjid Kauman, hal itu tidak berlaku. Salat tarawih di Masjid Kauman Yogyakarta yang justru dilakukan pada saat dini hari, tepatnya pada pukul 02.00 pagi sebelum sahur.

Menunaikan salat tarawih pada dini hari diyakini dapat memberikan suasana ibadah yang lebih khusyuk.

Kedua, tradisi urak wadalan di Kudus. Orang Kudus memiliki tradisi yang dikenal dengan nama “Urak Wadalan” yang dilakukan setelah salah Tarawih.

“Urak Wedalan” memiliki arti yaitu “kayu sedekah”. Di mana selepas salat tarawih, panitia masjid akan membagikan berbagai jajanan pasar kepada para jamaah.

Baca Juga :   Karang Gigi Menganggu? Gunakan Cara Alami Ini

Tradisi tarawih di Indonesia satu ini sangat identik dengan suasana kebersamaan di bulan Ramadan.

Ketiga, salat tarawih satu juz. Tradisi tarawih di Indonesia yang unik selanjutnya adalah tradisi membaca satu juz Al-Quran setelah melakukan salah tarawih.

Sehingga di akhir bulan Ramadan, jamaah akan khatam Al Quran. Tradisi tarawih satu juz ini bisa kamu temukan di berbagai masjid di Indonesia seperti Masjid Jami, Sungai Jingah di Banjarmasin dan juga Masjid Al Falah di Jambi.

Keempat, salat tarawih kilat di Blitar. Tradisi unik salat tarawih kilat bisa kamu temukan apabila  berkunjung ke Pondok Pesantren Mambaul Hikam di Desa Mantenan, Kecamatan Udanawu, Blitar.

Salat tarawih di sana dilakukan secara kilat yaitu hanya dalam waktu 10 menit saja. Tradisi tarawih ini telah dilakukan sejak jaman dahulu dan berusia lebih dari satu abad. Latar belakang dari tradisi tarawih kilat ini adalah agar masyarakat yang telah lelah bekerja seharian tidak meninggalkan salat tarawih di bulan Ramadan.

Baca Juga :   Teladani Rasul, Puasa Sunnah di Bulan Syakban

Kelima, tradisi tarawih 8 jam di Magetan. Tradisi tarawih selanjutnya ini justru dilaksanakan selama 8 jam. Yaitu dimulai selepas salat isya hingga waktu sahur. Salat tarawih di Masjid Darussalam Ponpes Al Fatah, Desa Temboro, Kecamatan Karas ini juga menunaikan tarawih jumlah 23 rakaat.

Mulai rakaat pertama hingga ke 20, imam akan membacakan 30 juz Al Quran. Setiap rakaat imam akan membaca 1 hingga 1,5 juz dalam waktu sekitar 24 menit. Pembacaan ayat suci seterusnya dilakukan secara urut hingga juz ke 30 di akhir rakaat ke 20 tarawih.

Ada 6 imam yang akan bergantian memimpin salat tarawih ini selama 8 jam. Setiap imam akan membacakan 5 juz Al Quran.

Demikian tradisi tarawih unik di berbagai daerah di Indonesia. Apa kamu pernah menemui salah satu diantaranya ?. (*)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini