Kenali Perbedaan Herpes Zoster dengan Jerawat

Suryamedia.id – Sebelumnya viral di Tiktok mengenai pria yang mengira wajahnya mengalami jerawat biasa, namun kemudian ternyata diketahui bintil tersebut adalah Herpes Zoster.

Hal ini mengindikasikan bahwa masih ada kerancuan yang terjadi di masyarakat mengenai benjolan jerawat dan Herpes Zoster.

Herpes Zoster atau disebut cacar ular sendiri merupakan infeksi virus yang mengakibatkan pecahnya ruam atau kulit menjadi lepuh dan terasa sakit di kulit.

Tanda yang mungkin bisa disalahpahami sebagai jerawat adalah gejala munculnya bintil berisi air, namun disertai dengan rasa nyeri pada salah satu sisi tubuh.

Virus ini bisa terjadi karena disebabkan virus varicella-zoster. Di mana virus ini sama seperti virus yang menyebabkan penyakit cacar air.

Apabila Anda pernah mengalami cacar air, virus ini kemungkinan masih ada dan menetap dalam tubuh walaupun tidak ada gejala. Virus ini bisa kambuh dengan bentuk herpes zoster.

Gejala herpes zoster ini memerlukan waktu sekitar 3-5 minggu hingga ruam yang terjadi hilang sepenuhnya.

Gejala herpes zoster yang bisa Anda kenali diantaranya ada rasa nyeri pada area kulit seperti gatal, terbakar, dan menusuk beberapa hari sebelum ruam muncul.

Baca Juga :   Makanan Ini Tak Baik Disimpan di Kulkas

Ruam dan bintil-bintil yang muncul biasanya ada di sekitar pinggang, wajah, leher, dada, perut, punggung, lengan, ataupun kaki.

Setelah muncul, kira-kira dalam 3-4 hari ruam tersebut akan berkembang menjadi lepuh merah yang berisi cairan yang menyakitkan dan terbuka.

Lepuh ini akan mulai mengering dan mengeras setelah waktu berlalu sekitar 10 hari. Lalu setelah menjadi keropeng (tumpukan jaringan yang sudah mati dan mengeras menjadi warna kehitaman) akan hilang sekitar 2-3 minggu setelahnya.

Herpes zoster biasanya sering terjadi hanya di salah satu area tubuh karena virus hanya berjalan di saraf tertentu saja.

Orang yang mengalami herpes zoster tidak bisa menularkan penyakit yang sama kepada orang lain, namun ia bisa menjadi penyebab cacar air orang lain.

Penularan terjadi melalui kontak kulit langsung dengan cairan yang keluar dari lepuh penderita, yang menyebabkan virusnya menyebar. Setelah mengetahui gejala tersebut, semoga kita semakin waspada dan bisa memeriksakannya ke dokter apabila mengalaminya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *