Kirab Budaya Menuju Candi Borobudur Menyambut Bulan Sura Digelar Akhir Juli

Kirab Budaya Menuju Candi Borobudur Menyambut Bulan Sura Digelar Akhir Juli
Foto: Ilustrasi kirab budaya di Magelang

Magelang, Suryamedia.id – Menyambut bulan sura atau tahun baru Hijriah, kirab budaya menuju candi Borobudur akan digelar.

Kirab budaya yang digelar oleh komunitas masyarakat Budaya Brayat Panangkaran Borobudur Kabupaten Magelang ini akan berlangsung pada Minggu (31/7/2022) malam.

Nantinya, ketika kirab berlangsung, akan membentangkan kain sepanjang ratusan meter, yang akan dimulai dari Jalan Medangkamulan menuju pelataran Candi Borobudur.

“Kirab Budaya itu dengan membawa tumpeng, keris (Pusaka), kain putih dan lilin menuju pelataran Candi Borobudur,” kata tokoh budaya Brayat Panangkaran Borobudur, Sucoro, Rabu (27/7/2022).

Ia menegaskan bahwa semua benda yang diarak tersebut, memiliki nilai makna luhur. Diantaranya adalah tumpeng yang merupakan kependekan dari tumapaking penguripan-tumindak lempeng tumuju Pangeran yang artinya sebagai simbol kepekaan dalam menapak perjalanan hidup yang lurus menuju kesempurnaan.

Sedangkan keris merupakan senjata yang mempunyai ‘Ruh Spiritual’ atau sering disebut sebagai ‘Pamor’. Keris dihormati dan dianggap memiliki kekuatan yang magis.

“Kain putih diartikan sebagai lambang kesucian dan lilin simbol semangat dan penerangan jalan,” jelas Sucoro.

Baca Juga :   Pemprov Jateng Beri Pelatihan Tenaga Lacak untuk PPKM Mikro

Dijelaskan Sucoro, Bulan Suro banyak pihak mengartikan sebagai penyatuan. Perspektif Islam Jawa, kata Suro berasal dari kata Asyura dalam bahasa Arab yang berarti 10. Pola peringatan Tahun Baru Hijriah yang secara resmi dilakukan oleh masyarakat Jawa pada Pemerintahan Sultan Agung tersebut terus menjadi tradisi hingga sekarang.

Akulturasi budaya Jawa dan Islam yang telah menjadi tradisi tersebut menitikberatkan pada ketenteraman batin dan keselamatan jiwa. Oleh karenanya, pada malam Satu Suro biasanya selalu diselingi dengan pembacaan doa dari semua umat yang hadir merayakannya.

“Itu dengan tujuan untuk mendapatkan berkah dan menangkal datangnya marabahaya,” jabarnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini