Polisi Amankan Wanita Pelaku Penipuan Jual Beli Minyak Goreng

Polisi Amankan Wanita Pelaku Penipuan Jual Beli Minyak Goreng
Foto: Pihak kepolisian memberikan keterangan terkait kasus penipuan jual beli minyak goreng/pmjnews.com

Suryamedia.id – Pihak kepolisian telah mengamankan wanita pelaku penipuan jual beli minyak goreng di wilayah Jakarta Barat.

Wanita berinisial ES (31) tersebut diamankan oleh Polsek Kebon Jeruk Polres Jakarta Barat, lantaran telah melakukan penipuan jual beli minyak goreng terhadap 12 korban.

Kasi humas Polres Metro Jakarta Barat Kompol Moch Taufik Iksan mengatakan, saat ini polsek kebon jeruk berhasil mengamankan seorang wanita terkait pelaku penipuan dan penggelapan jual beli minyak goreng.

“Pelaku berinisial ES (31) diamankan Polsek Kebon Jeruk terkait jual beli minyak goreng,” ujar Kompol Moch Taufik Iksan di lokasi, Rabu (3/8/2022).

Adapun total kerugian adalah mencapai lebih dari Rp500 juta. Pelaku menjualnya ketika harga minya goreng sedang tinggi, yaitu berada pada Rp25.000 per liter. Akan tetapi, pelaku mengimingi para korban dengan memberikan harga Rp20.000.

Mulanya, pelaku mendistribusikan minyak goreng dengan harga yang dijanjikan tersebut, namun seiring berjalannya waktu, minyak goreng tidak lagi didistribusikan kepada para korban.

“Modus operandi pelaku menawarkan penjualan minyak goreng dengan harga di bawah harga normal, Pelaku awalnya memberikan minyak goreng berjalannya waktu pelaku tak memberikan kembali minyak goreng seperti yang sudah dijanjikan,” tuturnya.

Baca Juga :   Masyarakat Diimbau Waspadai Banjir Rob di Wilayah Pesisir Utara Jakarta

Lanjut H Slamet, kejadian tersebut bermula Pelaku dengan para korban adalah orang yang sudah saling kenal, dan sudah menjalin hubungan selama ini. Namun hanya sebatas hubungan biasa, bukan hubungan bisnis.

Adapun kronologi kejadian, bermula pada bulan Februari 2022. Dimana pelaku menemui dan menghubungi korban, serta mengaku bahwa ia adalah seorang pengusaha yang mempunyai izin usaha lengkap.

Serta mengatakan bahwa dirinya membidangi usaha penjualan minyak goreng dengan harga normal, mempunyai stok yang cukup, dan gudang yang dekat serta aman.

“Sedangkan saat itu ketersediaan minyak di pasaran sangat langka. Bahkan harga yang jauh lebih tinggi dari harga normal sebelumnya,” terang Kompol H Slamet Riyadi.

Kemudian atas tawaran tersebut para korban tergiur, dengan maksud akan mendapatkan minyak goreng untuk memenuhi kebutuhannya sendiri. Selain itu, bisa dijual lagi, mengingat saat itu minyak goreng di pasaran ketersediaanya terbatas, sedangkan kebutuhan tinggi.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini