Dewan Pati Imbau Masyarakat Tak Percaya Iming-iming Lolos Seleksi PPPK

Pati, Suryamedia.id – Jelang perekrutan Penerimaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang diselenggarakan oleh Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) bagi tenaga honorer masih menjadi perhatian bagi masyarakat.

Tak lain juga dari salah satu anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati, Warsiti yang juga menanggapi wacana tersebut.

Pihaknya menghimbau agar masyarakat tidak mudah percaya terhadap oknum yang mengaku calo pendataan honorer agar lolos seleksi PPPK tersebut.

Pasalnya dengan adanya informasi tersebut, maka dimungkinkan akan ada oknum yang menggunakan kesempatan itu dengan menawari para peserta, untuk keuntungan sepihak.

“Pendataan yang dilakukan oleh dinas terkait (BKPP) bukan untuk langkah pengangkatan CPNS tau PPPK secara otomatis. Kalau ada yang bilang hal tersebut, adalah hoax, jadi jangan percaya Iming-iming lolos PPPK itu,” terang Warsiti saat dihubungi belum lama ini.

Sementara itu, pihaknya mengatakan memang terdapat instruksi dari pemerintah untuk pendataan jumlah tenaga honorer di suatu wilayah.

Baca Juga :   Komisi A DPRD Pati Berharap Kades Jangan Banyak Bolos

Namun hal tersebut, ditujukan untuk mengetahui jumlah tenaga honorer dan menjadi bahan evaluasi bagi Kemenpan RB dalam menyusun kebijakan yang disesuaikan.

Lebih lanjut, ia menjelaskan jika dimungkinkan dan dirasa siap, Pemerintah Kabupaten Pati dipastikan akan menggelar seleksi CPNS atau PPPK tersebut.

“Pendataan ini emang perintah dari pusat tapi untuk mengetahui berapa jumlah honorer yg ada di negeri ini secara keseluruhan. Setelah ada pendataan dan diketahui jumlahnya kemudian untuk dijadikan bahan evaluasi dari Kemenpan dan BKN utk mengambil langkah selanjutnya,” jelas politisi Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) tersebut.

Diketahui bahwasanya berdasarkan dari informasi yang beredar bahwa pada tahun 2022 pemerintah Kabupaten Pati hanya mendapatkan jatah sebanyak 665 formasi PPPK.

Yang mana data tersebut, merupakan hasil dari penjaringan yang dilakukan pada tahun 2021 yang lalu. (Adv)

 

Penulis: Anang SY |Editor: Agriantika Fallent

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *