Lahan Asimilasi Lapas Kelas IIB Batang Akan Disulap Menjadi Tempat Nongkrong

Suryamedia.id – Lahan asimilasi Lapas Kelas IIB Batang akan disulap menjadi tempat nongkrong yang menarik.

Dalam hal ini, Lapas Kelas IIB Batang menggandeng PT Bidakarya untuk mengoptimalkan lahan asimilasi.

Berdasarkan keterangan dari Kepala Lapas Kelas IIB Batang Rindra Wardhana menyampaikan, lahan asimilasi di area Lapas perlu ditata supaya lebih menarik dan memberi nilai kemanfaatan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dan warga Batang.

“Rencananya mau dibuat kafe dan tempat cucian mobil. Dan nantinya WBP juga ikut berpartisipasi di dalamnya,” ujarnya, Senin (30/1/2023).

Ia menerangkan, lahan yang akan dioptimalkan terletak di depan rumah dinas pegawai.

“Sarana prasarananya mencukupi, karena sudah tersedia tower bak penampungan air. Dulunya pun sebetulnya sudah pernah ada tempat cucian mobil, makanya kami optimalkan lagi,” jelasnya.

Ia mengatakan bahwa nantinya untuk SDM yang diberdayakan adalah para WBP.

“Jadi mereka bisa mempraktikkan langsung materi kewirausahaan hingga manajemen yang selama ini didapat dalam Lapas,” tegasnya.

Di lain sisi, Komisaris PT Bidakarya, Nugroho mengatakan, kerja sama ini terjalin atas dorongan untuk berpartisipasi mendukung program dari Lapas Batang, yakni Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE).

Baca Juga :   BMKG Prediksi Cuaca Ekstrem di Batang

“Kami akan membangun kaitannya dengan sarana prasarana kerja bagi WBP,” terangnya.

Ia menerangkan, area paling ujung akan dibangun tempat cucian mobil dan sebelahnya tempat makan semacam kafe.

“Semua karyawannya yang kerja di sana WBP, yang berkompeten pastinya. Tujuannya untuk pembelajaran kegiatan bisnis untuk para WBP,” ungkapnya.

Rindra juga mengatakan bahwa pihaknya mengusung konsep kafe dan tempat cuci mobil, lantaran lahan tersebut berada di lokasi yang strategis.

Ia menambahkan, kontribusi PT Bidakarya selama ini telah merambah di seluruh Jawa Tengah. Kemitraan sudah terjalin baik dengan BUMN, seperti Perhutani, PT KAI dan PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI).

“Yang sudah kami bangun ada kompleks pertokoan dan lainnya. Contoh yang sudah berhasil pertokoan di Blado, karena bisa mendukung perekonomian warga setempat,” ujar dia. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *