3.982 Hektar Hutan Kendeng Rusak Akan Dilakukan Rehabilitasi Selama 5 Tahun

Pati, Suryamedia.id – Sebanyak 3.982 Hektar Lahan perhutanan di pegunungan Kendeng akan mendapatkan penanganan oleh Perhutani Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Pati.

Berdasarkan pernyataan dari Kepala KPH Pati, Arif Fitri Satria menegaskan bahwa pemulihan hutan tersebut akan dilakukan bertahap.

Di mana pihaknya menuturkan bahwa pemulihan tersebut membutuhkan waktu mulai dari tahun 2022 hingga 2027 mendatang.

“Dari kami itu punya plan atau rencana bahwa penanaman mulai 2022 sampai 2027 melakukan di pengunungan Kendeng. Yang dimulai dari Sukolilo sampai ke timur wilayah daerah perbatasan dengan Kabupaten Blora san,” Tutur Arif pada (1/2/2023).

Lebih lanjut, Arif mengungkapkan secara keseluruhan luas hutan yang berada di Kawasan Pegunungan Kendeng mencapai 12.474 Hektar.

Di mana dalam melakukan rehabilitasi yang dilakukan dalam setiap tahun, memiliki luasan pemulihan yang berbeda.

Berdasarkan rencana yang disampaikan, bahwa pada 2023 penanaman di lahan seluas 975 hektare. Sedangkan di tahun 2024 di lahan seluas 1.488 hektare, tahun 2025 di lahan seluas 827 hektare, 2026 di lahan seluas 284 hektare, dan 2027 di lahan seluas 287 hektare.

Baca Juga :   News Grafis : Disperindag Pati Tunda Pakai Aplikasi PeduliLindungi di Pasar Tradisional

“Setiap tahun kita ada pengurangan hutan gundul. Tapi masih sangat luas. Di tahun 2022 kemarin seluas 619 hektar. Dan akan terus dilakukan pengurangan setiap tahunnya, Untuk wilayah selatan faktanya masih banyak yang kosong. Terutama di Tambakromo dan Sukolilo,” terangnya.

Sementara itu, menanggapi hal tersebut salah satu anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati juga turut mengomentari permasalahan hutan kendeng.

Melalui Suyono, selaku anggota komisi C DPRD Pati menyarankan agar lahan hutan Kendeng yang ditanami jagung agar dapat juga sebagai areanya ditanami tanaman keras jenis buah-buahan.

Hal demikian, dilakukan agar dapat dijadikan sebagai resapan air. Sehingga dapat meminimalisir banjir yang terus terjadi di wilayah Pati Selatan.

“Terkait hal itu, saya himbau agar Perhutani ini juga menyampaikan kepada masyarakat agar lahan yang ditanami jagung juga bisa ditanami tanaman keras jenis buah, ini penting salah satu bentuk rehabilitasi hutan yang bisa dilakukan,” tandasnya kepada tim belum lama ini. (Adv)

Penulis: Anang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *