Dewan Ungkap Teknologi Geomembran Bisa Percepat Produksi Garam

Pati, Suryamedia.id – Saat ini para petani garam di wilayah Kabupaten Pati masih mengandalkan sinar matahari untuk produksi.

Dengan hanya mengandalkan sinar matahari, terutama di musim penghujan ini, maka produksi garam tidak bisa dilakukan secara maksimal.

Menanggapi hal ini, anggota Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati, M Nur Sukarno mengatakan bahwa dengan teknologi geomembran bisa mempercepat produksi garam.

“Dengan adanya inovasi teknologi geomembran, petani garam tidak terlalu bergantung pada panas matahari. Apalagi dengan pemakaian geomembran atau lapisan plastik hitam tersebut bisa menyerap panas, membuat panen lebih cepat dan produksinya menjadi lebih baik,” jelasnya.

Namun, ia menilai bahwa hingga kini para petani garam di Pati masih menggunakan cara tradisional dan kurang tanggap dengan inovasi baru.

“Sayangnya petani garam di Pati masih kurang tanggap dengan inovasi-inovasi teknologi yang ada. Inovasi teknologi geomembran sendiri bisa dipakai sekitar tiga sampai empat tahun,” jelasnya.

Berdasarkan catatan dari Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Pati, total luas tambak garam mencapai 2.872 hektar. Dengan luas tersebut, menjadikan Kabupaten Pati penghasil garam terbesar nomor satu di Jawa Tengah. (*)

Baca Juga :   Kebolehan Takbir Keliling Belum Ditentukan, Dewan Pati: Kita Ikuti Pemerintah

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *