Hindari Helicopter Parenting, Bisa Jadikan Anak Sulit Mengambil Keputusan

Suryamedia.id – Pola asuh orang tua sangat berpengaruh terhadap pola pikir dan karakter anak di masa depan. Pola asuh yang baik memberikan efek positif pada perkembangan mental anak, sebaliknya pola asuh yang buruk mungkin kan memberikan dampak kesehatan mental pada sang buah hati di masa depannya. Salah satu pola asuh yang perlu dihindari adalah hiperprotektif atau biasanya disebut dengan istilah helicopter parents.

Helicopter parents menggambarkan orang tua yang sangat terlibat dalam segala hal yang anak lakukan tanpa memberikan mereka ruang untuk menentukan pilihan. Memang sudah sepatutnya orang tua memberikan perlindungan dan perhatian, namun ada kalanya hal tersebut menjadi permasalahan di kemudian hari jika diterapkan secara berlebihan.

Berikut beberapa dampak dari helicopter parents, dikutip dari Halodoc.

Menghambat kemampuan berpikir kritis

Saat orang tua memaksa selalu ikut serta dan mengambil alih setiap permasalahan yang dihadapi anak, anak akan kehilangan kesempatan untuk melatih kemampuan kognitifnya. Sebaliknya, orang tua disarankan untuk membantu buah hatinya untuk menyelesaikan masalah tanpa menghalangi mereka menggunakan kemampuan berpikir kritis. Dengan kebiasaan tersebut anak akan belajar problem solving sejak dini.

Baca Juga :   6 Cara Mudah Atasi Tumit Pecah-Pecah

Sulit membentuk percaya diri

Memiliki orang tua yang selalu mengambil keputusan terhadap segala hal membuat mereka sulit membentuk kepercayaan diri. Rasa percaya diri timbul saat mereka memutuskan sesuatu berdasarkan pemikirannya. berdasarkan hasil pemikiran dengan yakin. Oleh sebab itu, daripada ‘menyetir’ anak tanpa memberikan mereka waktu dan kesempatan untuk memilih, lebih baik arahkan buah hati anda dengan memberikan penjelasan tentang apa saja kebaikan dan keburukan suatu opsi dan biarkan mereka memilih berdasarkan keputusannya sendiri.

Menimbulkan ketergantungan pada orang tua

Helicopter parenting membentuk ketergantungan pada anak. Mereka tidak berlatih untuk membuat keputusan sendiri, sulit untuk mandiri dan bertanggungjawab pada dirinya sendiri. Mereka akan selalu membutuhkan orang lain untuk menyelesaikan permasalahannya, dan hal ini akan terus berlanjut sampai dengan dewasa nanti.

Berisiko munculnya gangguan kecemasan

Tekanan yang tinggi membuat anak merasa cemas dan stres. Helicopter parents juga dapat membuat anak sulit mengontrol emosi. Hal ini merupakan respon mereka terhadap suatu permasalahan untuk mengurangi rasa cemas, takut dan sedih. Ketika orang tua selalu mengatasi segala emosi negatif yang anak alami, mereka akan sulit menghadapi emosinya saat dewasa.

Baca Juga :   6 Cara Mudah Atasi Flek Hitam di Wajah

Menghambat perkembangan otak

Korteks prefrontal adalah bagian otak yang berfungsi untuk pengambilan keputusan. Bagian ini akan benar-benar terbentuk saat usia 25 tahun. Namun, helicopter parenting disebut bisa menghambat perkembangan korteks prefrontal anak karena kurangnya informasi terkait pengambilan keputusan dan problem solving.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *