Anggota DPRD Pati Soroti Penerapan Unggah-ungguh Generasi Sekarang  

Pati, Suryamedia.id Unggah-ungguh generasi sekarang dinilai jauh berbeda dengan generasi terdahulu. Hal itu mendapat sorotan dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati.

Anggota Komisi D DPRD Kabupaten Pati, Muntamah menekankan agar para orang tua mengajari anaknya sedari dini berkaitan tentang unggah-ungguh.

Di samping itu, lingkungan pendidikan formal juga harus mendukung terhadap penerapan unggah-ungguh.

Menurut Muntamah, unggah-ungguh generasi saat ini minim. Selain itu, tidak seperti generasi zaman dahulu. Ia mencontohkan, dimana generasi dahulu sangat rendah hati meskipun dengan seorang guru yang tidak dikenal.

“Kurang memang, anak sekarang unggah-ungguhnya tidak seperti anak tempo dulu. Memang harus lebih ditekankan kembali unggah-ungguh anak dengan orang sepuh,” ujar Muntamah selaku politisi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Terpisah, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Pati, Paryanto juga mengatakan hal yang sama. Ia juga menilai unggah-ungguh generasi sekarang kurang. Terlebih, dengan adanya gadget sangat mempengaruhi kebiasaan mereka.

“Era sekarang beda sekali dengan era generasi saya. Jadi sopan santun, unggah-ungguh itu sudah banyak yang luntur (boleh dikatakan) karakternya sudah banyak yang berbeda dengan zaman dahulu, itu karena (apa) pengaruh globalisasi yang cukup masif,” papar Paryanto.

Baca Juga :   Layanan Pengambilan Kartu Tilang di MPP Pati Mengalami Penurunan Pengunjung

Dari sisi pendidikan, pihaknya menekankan agar pembelajaran bahasa Jawa yang berkaitan dengan unggah-ungguh harus dilakukan.

Tak hanya saat pembelajaran bahasa Jawa, para guru yang berada di lingkungan pendidikan formal juga harus memberikan contoh unggah-ungguh kepada anak didiknya.

Lebih lanjut, dengan adanya seni budaya yang berada di sekolah, Paryanto berharap bisa meningkatkan unggah-ungguh di lingkungan pendidikan.

“Makanya dengan seni budaya yang adiluhung yang ada di Kabupaten Pati ini kita tetep kita laksanakan, kita lestarikan ini (supaya apa?), memberikan pembelajaran kepada generasi muda terkait sopan santun, unggah-ungguh dan tata krama,” tandas dia. (Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *