Minat Pemuda Pati untuk Bertani Tak Sebanding Luasan Lahan

Foto: Acara Demplot Padi M70d di Desa Gunungsari Batangan, Pati/Suryamedia.id

Pati, Suryamedia.id – Penyuluh Petani Lapangan Kelompok Jabatan Fungsional (PPL KJF) Kecamatan Batangan, Sudiyanto, mengatakan akan membentuk kelompok usaha bersama (KUB) petani milenial untuk mendorong pemuda untuk bertani.

Hal tersebut dilakukan dalam menyikapi adanya disparitas luas lahan pertanian di Pati yang mencapai 56.000 hektar, sedangkan jumlah petani produktif setiap tahunnya kian menurun.

Dinas Pertanian Pati menganalisa turunnya minat pemuda bertani lantaran sektor pertanian dianggap memiliki penghasilan rendah dan aksesnya terbatas lahan. Asumsi tersebut membuat para pemuda lebih memilih kerja kantoran, PNS, ataupun buruh pabrik.

Baca juga: Curah Hujan Memadai, Panen Padi di Rembang Diprediksi Meningkat

Dengan maksimalisasi pengelolaan KUB yang berdaya profit tinggi Dispertan Pati berharap sektor pertanian bisa dipandang sebagai sektor yang menjamin kesejahteraan.

“Kita harapkan adanya suatu KUB dari petani milenial, mudah-mudahan bisa dijembatani desa dan ketua Gapoktan untuk mengumpulkan petani milenial. Supaya bisa mengarahkan mereka bagaimana mereka tidak ke industri pabrik tapi bisa kembali ke desa, untuk mengupayakan petanian kita, produktivitas produk pertanian supaya tidak kalah dengan buruh pabrik,” kata Sudiyanto, Selasa (9/3/ 2021).

Baca Juga :   Kartini Zaman Now Punya Tantangan Lebih Berat

Skenarionya, KUB akan dibentuk di setiap desa se-Kecamatan Batangan dengan dikoordinir oleh perangkat desa atau Gapoktan (gabungan kelompok tani). KUB ini akan berfokus pada branding produk atau varietas beras unggulan dari kecamatan Batangan.

Baca juga: 1,1 Juta Dosis Vaksin AstraZeneca Tiba di Indonesia

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini