Kemenkes Ungkap Proses Penularan Virus Cacar Monyet

Kemenkes Ungkap Proses Penularan Virus Cacar Monyet
Foto: Ilustrasi virus cacar monyet/pixabay.com

Suryamedia.id – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengungkap proses penularan cacar monyet yang tengah mewabah.

Berdasarkan keterangan dari Kemenkes, cacar monyet dapat bertransmisi melalui kontak orang dengan hewan, manusia, maupun benda yang sudah terkontaminasi dengan virus ini.

Penularan juga dapat melalui darah, cairan tubuh, hingga droplet dari penderita virus cacar monyet.

“Penularan dapat melalui darah, air liur, cairan tubuh, lesi kulit atau cairan pada cacar. Kemudian droplet pernapasan,” tutur Jubir Kemenkes Mohammad Syahril, Selasa (24/5/2022).

Sedangkan untuk masa inkubasi virus ini, menurut Syahril, bisa terjadi selama 6-15 hari. Namun, juga bisa terjadi selama 5-21 hari.

Adapun fase awal yang akan diderita jika terinfeksi virus ini adalah mengalami demam tinggi selama 1-3 hari. Kemudian, sakit kepala hebat, nyeri punggung, lemas, nyeri otot, hingga limfadenopati atau pembengkakan kelenjar getah bening.

Kemudian, pada fase infeksius, akan menimbulkan ruam atau lesi pada kulit, yang biasanya dimulai dari area wajah, dan selanjutnya akan menyebar ke bagian tubuh yang lain.

Baca Juga :   Tes Antigen Wajib Bagi Pelaku Perjalanan Saat Nataru

Secara bertahap mulai dari bintik merah seperti cacar makulopapula, lepuh berisi cairan bening (blister), lepuh berisi nanah (pustule), lalu mengeras atau keropeng lalu rontok.

“Biasanya diperlukan waktu hingga 3 minggu sampai periode lesi tersebut menghilang dan rontok,” ujarSyahril.

Lebih jauh, pihaknya menjelaskan cacar monyet disebabkan oleh virus human monkeypox (MPXV) orthopoxvirus dari famili poxviridae yang bersifat highlipatogenik atau zoonosis. (*)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini